Siap-siap, Dewan Bakal ‘Telanjangi’ Proyek Flyover - RILIS.ID

Siap-siap, Dewan Bakal ‘Telanjangi’ Proyek Flyover
El Shinta
Rabu, 2018/03/14 19.01
Siap-siap, Dewan Bakal ‘Telanjangi’ Proyek Flyover
Pekerja memperbaiki patahan flyover yang menghubungkan Jalan Pramuka dan Jalan Indra Bangsawan, Rabu (14/3/2018). FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Terjadinya patahan dan keretakan di flyover yang menghubungkan Jalan Pramuka dan Jalan Indra Bangsawan, Kecamatan Rajabasa, membuat geger kalangan masyarakat.  

Tak sekadar khawatir dengan dampak yang bisa ditimbulkan akibat kerusakan itu. Kekecewaan juga terlontar atas kurang sempurnanya hasil pengerjaan proyek miliaran rupiah itu.

Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bandarlampung, Wahyu Lesmono mengatakan patahan yang terjadi di flyover Pramuka-Indra Bangsawan ini sangat mengecewakan. 

Dia mengatakan, flyover dibangun menggunakan dana pinjaman dari PT SMI yang disetujui oleh DPRD. Namun, ternyata dengan pihak rekanan justru mengerjakannya asal-asalan.

“Ini sangat mengecewakan komisi 3 terutama, dan rakyat Bandarlampung umumnya. Berarti ini telah menyepelekan aturan diberikan kepada Dinas secara perencanaan dan pengawasan. Karena tidak diindahkan rekanan akhirnya banyak patah-patah yang sangat prinsip dibagian flyover. Ini bisa membahayakan pengguna kendaraan roda dua dan roda empat. Ini juga membahayakan perlintasan," kata Wahyu kepada rilislampung.id, Rabu (14/3/2018).

Legislator Partai Amanat Nasional ini, menuturkan pihaknya segera memanggil tim ahli konstruksi untuk membahas patahan flyover

Komisi 3 akan memanggil rekanan untuk memberi penjelasan. Juga akan diminta pendapat dari ahli konstruksi dari Universitas Lampung dan UBL, apakah bisa dilakukan perbaikan dengan cara manual.

Sebab lanjut Wahyu, masalah ini tidak main-main. “Ini flyover loh. Kekuatan berapa ribu ton ini. Kalau ambruk berapa kendaraan yang akan memakan korban. Jadi, Kami akan upayakan hearing pada Jumat (16/3/2018) jam 9 pagi. Kita akan segera layangkan undangan ke PU dan ahli," terangnya.

Wahyu menegaskan, jika patahan tersebut bersifat fatal maka pihak kontraktor bisa dipidanakan.

"Rekanan bisa sanksi pidana juga atas dasar ini membahayakan," tegasnya. (*)

 

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)