Sidangkan Perkara Malapraktik di RS Asy-Syifa, MKEK Tegaskan Netral - RILIS.ID
Sidangkan Perkara Malapraktik di RS Asy-Syifa, MKEK Tegaskan Netral
Joni Efriadi
Minggu | 15/09/2019 08.34 WIB
Sidangkan Perkara Malapraktik di RS Asy-Syifa, MKEK Tegaskan Netral
RS Asy-Syifa. FOTO : IST

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Tulangbawang Barat (Tubaba) Edi Winarso angkat suara terkait kasus dugaan malapraktik di RS Asy-Syifa Medika.

Edi menegaskan sidang etik Majelis Kehormatan Etik Kedokteran Indonesia (MKEK) akan berlangsung netral dalam memutuskan perkara malapraktik yang diduga oknum dokter di RS Asy-Syifa Tubaba.

Menurutnya, sidang etik baru digelar dengan menghadirkan saksi pelapor, terlapor dan pihak terkait.

"Masih ada lagi agenda, kita akan memanggil saksi ahli, sedang dimintakan ke organisasi POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia) Provinsi Lampung, nanti POGI yang akan menunjuk saksi ahlinya," kata Edi yang juga Kepala Puskesmas Mulyasari, Sabtu (14/9/2019).

Edi menjelaskan hasil sidang komite akan dilaporkan ke ketua IDI wilayah dan MKEK Provinsi Lampung.

Dirinya meminta kepada pihak-pihak terkait agar memahami bahwa sidang MKEK hanya melakukan pemeriksaan terkait pelanggaran kode etik, bukan pidana.

"Kalau pidananya, itu ranahnya Kepolisian, itu saja agar keduanya tidak tercampur aduk dalam memahaminya," ujarnya.

Ia menambahkan MKEK akan merekomendasikan pencabutan izin praktik dokter jika terbukti melakukan pelanggaran kode etik.

"Karena kalau etik ini ranahnya lebih ke pribadi dokter, arahnya ke sana sanksinya. Kita sendiri berupaya netral, supaya objektif, makanya harus ada saksi ahli yang memang satu profesi dengan terlapor dan dari organisasi mereka yang akan diturunkan, namun hingga kini kita belum dapat nama siapa yang ditunjuk dari POGI," ungkapnya.

Diketahui, sidang MKEK telah digelar pada Kamis (12/9/2019). Sidang diketuai Wiwit Anggara dan hakim anggota Tasya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID