Soal Denda UKT: Rektor Unila Cuek, BEM Buka Posko Pengaduan - RILIS.ID
Soal Denda UKT: Rektor Unila Cuek, BEM Buka Posko Pengaduan

Jumat | 02/03/2018 21.56 WIB
Soal Denda UKT: Rektor Unila Cuek, BEM Buka Posko Pengaduan
Gedung Rektorat Universitas Lampung. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Rektor Universitas Lampung (Unila) Hasriadi Mat Akin mengaku belum pernah mendengar adanya keluhan soal pembayaran denda uang kuliah tunggal (UKT) sebesar Rp150 ribu per bulan yang dikeluhkan mahasiswanya.

“Begitu ya? Tanya PR (Pembantu Rektor) II saja ya, saya enggak ngerti. Nggak sampai di saya soalnya keresahan itu,” kata Hasriadi ketika dikonfirmasi rilislampung.id, Jumat (2/3/2018).

Meski begitu, Hasriadi membenarkan jika denda UKT itu ada dan sudah menjadi keputusan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). 

“Benar memang ada regulasinya dari Dikti (Menristekdikti), tapi saya tidak tahu presentasinya berapa, tapi denda itu ada. Kalau nggak membayar dua semester berturut-turut saja kena DO (drop out)," tuturnya.

Disinggung mengenai peruntukkan denda UKT itu, Hasriadi mengaku tidak mengetahuinya. “UKT itu kan untuk personal pendidikan, kalau denda kita tidak tahu digunakan untuk apa. Uang yang masuk kan tidak ketahuan itu UKT atau denda,” tandasnya. 

Wakil Presiden BEM U, Jamal Ludinsyah berjanji segera mendalami kevalidan informasi soal denda UKT tersebut. “Karena yang kita tahu tidak seperti itu. Ada toleransi untuk pembayaran, dengan catatan konfirmasi ke bagian keuangan. Nanti kita temui bagian keuangan ada kesepakatan bayar kapan, lalu tanda tangan. Cuma kalau ada yang di luar itu nggak tahu juga, akan kita cari kevalidannya karena ini pasti memberatkan,” katanya. 

Jamal berjanji akan mengusut tuntas persoalan termasuk aliran dana dan dasar hukumnya. Pihaknya juga akan melakukan survei ke mahasiswa.

“Kalau ini memang benar, akan kami permasalahkan. Untuk sementara ini jika ada teman-teman mahasiswa yang mengalaminya, segera laporkan ke BEM U agar kami tindaklanjuti, Senin kami akan bergerak,” pungkas mahasiswa jurusan pendidikan matematika semester 8 ini. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID