Soal Penenggelaman ATM BRI, Walhi: Merusak Ekosistem Laut - RILIS.ID
Soal Penenggelaman ATM BRI, Walhi: Merusak Ekosistem Laut

Sabtu | 24/02/2018 18.10 WIB
Soal Penenggelaman ATM BRI, Walhi: Merusak Ekosistem Laut
ATM BRI di bawah laut Pulau Pahawang. FOTO: RILIS.ID/INSTAGRAM

RILIS.ID, Bandarlampung – Wahana Lingkungan Indonesia (Walhi) Lampung menyayangkan tindakan Kantor Wilayah BRI setempat yang menenggelamkan tiga unit mesin ATM-nya di dasar laut Pulau Pahawang, Pesawaran. Walhi berencana melayangkan surat ke pihak BRI untuk segera mengangkat kembali mesin ATM tersebut.

Direktur Eksekutif Walhi Lampung Hendrawan mengatakan tindakan yang dilakukan BRI bisa merusak ekosistem laut, terutama tentang keberadaan terumbu karang di Pulau Pahawang.

“Itu kan yang namanya benda yang bukan ekosistem laut, masuk ke dalam laut itu namanya ngerusak dan kategori sampah. Kalau ditanya manfaat atau mudaratnya, lebih banyak mudaratnya, karena itu kan tidak bisa digunakan. Meskipun misalnya kita sepakat itu bagian dari kampanye itu mengenalkan Pahawang kalau dilihat dari kacamata wisata. Tapi kalau kacamata ekologi itu menimbulkan dampak karena bukan ekosistem laut,” jelasnya kepada rilis.id, Sabtu (24/2/2018).

Menurut dia, ATM BRI yang sengaja ditanam sebagai spot swafoto untuk kegiatan snorkeling itu akan berpotensi menjadi kerusakan yang lebih besar.

“Kalau misalkan di situ potensi terumbu karang pasti akan rusak. Karena besok-besok pengunjungnya ramai dan pada minta selfie di situ. Apalagi wisatawan yang nggak dikasih tahu, rombongan foto di situ potensi terumbu karangnya rusak makin membesar. Terjadi penumpukan barang logam di laut akan menimbulkan kerusakan ekosistem laut,” katanya.

Sebelum melakukan penanaman mesin ATM itu, Hendrawan mengakui bahwa BRI telah mengirimkan surat untuk meminta rekomendasi Walhi Lampung.

“Kemarin mereka (BRI) kirim surat ke Walhi minta rekomendasi dan kami menolak,” tegasnya.

Manager Advokasi dan Kampanye Walhi Lampung Irfan Tri Musri membenarkan jika pihak BRI telah mengirimkan surat rekomendasi sebelum melakukan aksi yang mendapatkan rekor MURI itu. Surat bernomor B.1665/KW-XIX/LOG/12/2017 tanggal 13 Desember 2017 itu berisi harapan rekomendasi dari pihak Walhi agar permintaan penanaman ATM bisa dilakukan.

“Pihak BRI sudah mengirimkan kita surat untuk meminta rekomendasi tentang aktivitas itu. Yang kita lihat ATM itu ditempatkan di darat untuk menunjang fasilitas yang ada di Pahawang, bila wisatawan kehabisan modal mereka bisa mengambil uang. Tapi ternyata setelah terjadi untuk saat ini segi ekonomi sangat minim dan tidak bisa melakukan transaksi banking di bawah laut kan,” katanya.

Dia menegaskan, surat rekomendasi akan segera dibalas mengingat penenggelaman mesin ATM BRI ini sedang ramai disoroti publik, terutama warganet. “Karena kita nggak tahu apakah barang-barang itu memiliki bahan-bahan berbahaya yang bisa merusak ekosistem di dalamnya, apa ada besi atau ada kandungan kimia dan logam beratnya. Segi estetika menempatkan benda-benda tersebut di laut, bukan menambah keindahan tetapi malah laut jadi tempat sampah. Dan sesuai dengan kampanye kita, laut bukan tempat sampah,” tandasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID