Sudah Dilarang, Pedagang Petasan Tetap Marak di Lambar - RILIS.ID
Sudah Dilarang, Pedagang Petasan Tetap Marak di Lambar
Ade Irawan
Minggu | 19/05/2019 20.37 WIB
Sudah Dilarang, Pedagang Petasan Tetap Marak di Lambar
Salah satu pedagang petasan di Pasar Liwa, Lampung Barat, Jumat (17/5/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Ade Irawan

RILIS.ID, Lampung Barat – Larangan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memperdagangkan mercon atau petasan tak diindahkan.

Padahal, larangan yang disampaikan kepada camat, peratin, dan lurah, itu bertujuan untuk menjaga kekhusyukan beribadah di bulan suci Ramadan.

"Saya melarang memproduksi, memperdagangkan, membakar, dan membunyikan mercon atau petasan kepada masyarakat," tegas Parosil, Jumat (19/5/2019).

Namun di beberapa titik di Pasar Liwa masih terlihat beberapa pedagang petasan. Mereka juga berjualan di setiap tempat-tempat keramaian.

Dasar melarang berjualan petasan juga termaktub di dalam Undang-Undang Darurat No 12 tahun 1951 dan Pasal 187 KUHP. Pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenakan hukuman maksimal kurungan seumur hidup.

Salah satu pedagang menerangkan, petasan yang dijualnya memiliki daya ledak cukup besar. Ia juga memperdagangkan kembang api.

Pelaksana tugas (Plt) Kasat Pol PP Lambar, Henri Faisal, mengaku belum menerima imbauan dari bupati itu.

”Saya belum mendapat imbauan demikian, sampai hari terakhir saya di kantor," kata Henri yang dikonfirmasi Jumat (17/5/2019). (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID