Suka Duka Relawan JOB saat Mendampingi ODHA - RILIS.ID

Suka Duka Relawan JOB saat Mendampingi ODHA
Segan Simanjuntak
Kamis | 22/03/2018 05.35 WIB
Suka Duka Relawan JOB saat Mendampingi ODHA
Koordinator JOB Lampung Elvina Harahap (kiri) saat Rilis Corner di Kantor Rilislampung.id, Selasa (20/3/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Segan P.S.

Orang dengan HIV dan AIDS (ODHA) termasuk salah satu kelompok masyarakat yang belum bisa diterima secara terbuka oleh masyarakat pada umumnya. Stigma negatif dan perlakuan diskriminasi ini membuat ODHA semakin menutup diri dan tidak sedikit pula putus asa.

Beruntung masih ada beberapa elemen masyarakat yang peduli dan perhatian dengan kondisi mereka. Salah satunya adalah Jaringan ODHA Berdaya (JOB) Lampung. Organisasi yang dikoordinir Elvina Harahap ini sudah tiga tahun melakukan kegiatan pendampingan terhadap pasien atau mereka yang terinfeksi virus HIV dan AIDS di berbagai daerah.

Relawan JOB melakukan pendampingan tanpa pamrih dan tak kenal lelah. Mereka tulus membantu ODHA agar bisa bangkit dan menjalani hidup lebih bermakna di mata keluarga dan masyarakat. “Hampir setiap hari kita melakukan pendampingan pasien. Relawan cuma empat orang yang aktif dan melakukan pemantauan di Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek,” ujar ibu satu anak yang akrab dipanggil Vina saat Rilis Corner di Kantor Rilislampung.id, Selasa (20/3/2018).

Kegiatan pendampingan tidak selalu berjalan mulus. Para relawan kerap menemukan kesulitan saat memberikan pemahaman terhadap ODHA. Terutama soal rutinitas minum obat untuk menjaga ketahanan tubuh dari virus HIV dan AIDS. “Kita tidak pernah bosan mengingatkan mereka untuk minum obat secara rutin setiap hari. Hal itu disampaikan setiap pertemuan tatap muka maupun melalui telepon,” ujar Vina.

Menurut Vina, ODHA juga belum bersedia kondisinya diketahui oleh pihak keluarganya. Permintaan ini dinilai bisa menjerat relawan ketika tim medis mendiagnosa mereka positif HIV dan AIDS. “Kalau ada apa-apa terhadap mereka (ODHA), kami bisa terkena imbasnya. Dan bisa dituntut karena menutupi permasalahan yang dialami anggota keluarganya. Ini memang dilematis bagi kami,” tukasnya.

Selain pihak keluarga, ODHA juga tertutup dengan lingkungan masyarakat. Mereka tidak ingin mengalami kesulitan ketika melamar kerja di perusahaan maupun pemerintahan. “Apabila identitasnya diketahui publik, maka kebanyakan tidak ada yang mau menerima mereka,” ujarnya.

Pada sisi lain, masih menurut Vina, ODHA juga sangat terbantu dengan keberadaan relawan JOB Lampung. “Mereka sangat terbantu dengan keberadaan kami. Apresiasi mereka membuat kami semakin bersemangat menjalani kegiatan ini,” pungkasnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID