Surono Danu Bicara Bibit Padi Unggul Hingga Sosok Ridho - RILIS.ID
Surono Danu Bicara Bibit Padi Unggul Hingga Sosok Ridho
Segan Simanjuntak
Sabtu | 07/04/2018 17.48 WIB
Surono Danu Bicara Bibit Padi Unggul Hingga Sosok Ridho
Penemu bibit padi unggul, Surono Danu dan Gubernur Lampung nonaktif Muhammad Ridho Ficardo dalam sebuah kesempatan. FOTO: IST

RILIS.ID, Bandarlampung – Nama Surono Danu kembali muncul dan menghiasi pemberitaan sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik. Teranyar, penemu bibit padi unggul bernama Sertani 1 ini tampil dalam acara Kick Andy di Metro TV, Jumat (6/4/2018).

Warga Nambah Dadi, Terbanggibesar, Lampung Tengah, ini bercerita panjang lebar tentang perjuangannya saat menemukan bibit padi unggul melalui proses kawin silang. Setidaknya sudah 180 varietas lokal lahir dari sentuhan tangannya.

Surono menunjukkan komitmennya untuk menghasilkan padi-padi unggul dengan perkawinan silang benih-benih padi. Bahkan ia berani menolak ketika ada pengusaha yang menawar 30 benih padinya sebesar Rp400 juta.

Penolakan itu bukan lantaran Surono dan keluarganya sudah berkecukupan. Namun, hal ini demi menjaga idealismenya untuk membangkitkan sektor pertanian Lampung seperti yang dipesankan Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri saat berkunjung ke kediaman pribadinya pada 2 Februari 2008 silam.

“Saya selalu mengutamakan kebutuhan para petani dulu. Setelah mereka (petani) bisa menanam, barulah keluarga saya bisa menikmati hasil panen. Jika masih ada petani yang belum menanam, maka keluarga tidak boleh,” katanya kepada rilislampung.id, Sabtu (7/4/2018).

Sekitar 180 varietas padi baru dengan mengawin silangkan padi-padi lokal Indonesia telah lahir dari tangan seorang Surono Danu. Hanya dalam 90 hari petani sudah bisa panen dengan hasil mencapai tiga kali lipat. “Padi ini juga tahan terhadap serangan hama tikus,” tutur suami Rohmiyati ini.

Tidak hanya itu, bapak lima anak ini juga sedang melakukan persilangan jagung Metro yang sudah punah, untuk dikawinkan dengan jagung Madura. “Apa yang saya lakukan ini merupakan kewajiban hidup saya,” ungkap petani yang sudah melakukan penelitian sejak tahun 1983 ini.

Surono pun berharap agar Gubernur Lampung nonaktif Muhammad Ridho Ficardo mampu memenuhi kebutuhan para petani di Sai Bumi Ruwa Jurai.

“Ridho itu sudah saya kenal dari TK (Taman Kanak-kanak). Saya dan Ridho hanya pendekatan rohani saja. Dan saya sayang Ridho. Dan ini bukan persoalan kader PDIP, saya enggak ngerti itu,” ujarnya.

Menurut Surono, rasa sayang terhadap seseorang itu tidak akan bisa terputus. Berbeda halnya dengan rasa cinta. “Kalau cinta kan bisa putus, coba kalau sayang? Saya patuh terhadap aturan partai (PDIP), tapi secara pribadi saya juga punya hak memilih,” pungkasnya. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID