Tadarusan dengan Pengeras Suara, Begini Kata Herman dan Seraden - RILIS.ID
Tadarusan dengan Pengeras Suara, Begini Kata Herman dan Seraden
El Shinta
Rabu | 15/05/2019 16.31 WIB
Tadarusan dengan Pengeras Suara, Begini Kata Herman dan Seraden
Herman HN. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Wali Kota Herman HN membantah keras mengenai kabar bahwa Kota Bandarlampung melarang adanya penggunaan pengeras suara saat tadarus di masjid atau musala selama Ramadan.

Hal tersebut merujuk ada viralnya sebuah video pernyataan dari Kasi Bimas Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandarlampung, Lemra Horizon, yang diposting di akun instagram @lampungmoment.

Dalam video tersebut menyebutkan bahwa sesuai surat edaran terbaru dari Kementerian Agama RI, masjid dan musala hanya boleh memakai pengeras suara saat azan dan tarhim.

Menanggapi hal tersebut, Herman HN menegaskan surat edaran tersebut tidak digunakan di Bandarlampung. Ia mempersilakan umat muslim untuk mengaji selama apapun dengan menggunakan pengeras suara di masjid atau musala.

“Kalau ada edaran dari menteri agama saya menantangnya, mungkin wali kota atau pemimpin pertama yang menantangnya. Ini agama Islam nggak boleh diam-diam, nyumput saat ngaji, harus didengar ramai-ramai, ini momen setahun sekali. Nggak ada yang boleh larang-larang,” tegasnya saat ditemui usai meninjau gelaran pasar murah di Tugu Juang, Gunung Sari, Rabu (15/5/2019).

Kabar mengenai surat edaran tersebut juga dibantah oleh Kepala Kemenag Kota Bandarlampung, Seraden Nihan.

Ia membantah jika pihaknya sudah menyebarkan surat edaran tersebut ke setiap masjid dan musala.

“Kita nggak ada mengirim surat edaran larangan toa kemana-mana. Jadi gini penggunaan pengeras suara untuk tadarus itu memang perlu ada pengertian, misalnya tadarus malam hari kalau udah jam 10 malam dapat menyesuaikan,” kata saat dihubungi.

Disinggung mengenai video tersebut, Seraden enggan membahasnya lebih jauh.“Sudah ya, saya sedang menyetir ini,” singkatnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID