Tahapan Mulai September, Pilwakot Diprediksi Telan Rp20 M - RILIS.ID
Tahapan Mulai September, Pilwakot Diprediksi Telan Rp20 M
Taufik Rohman
Senin | 20/05/2019 11.33 WIB
Tahapan Mulai September, Pilwakot Diprediksi Telan Rp20 M
Komisioner KPU Kota Bandarlampung Feri Triatmojo saat di wawancarai di ruang kerjanya. FOTO: RILISIDLAMPUNG/ TAUFIK ROHMAN 

RILIS.ID, Bandarlampung – Menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandarlampung mulai siap-siap.

Masalah perencanaan anggaran adalah hal prioritas utama yang mereka pikirkan. Untuk itu, KPU Bandarlampung berencana mengundang instansi terkait untuk membahasnya (berita ini dapat juga dibaca di koran Rilisid Lampung, Senin, 20/5/2019).

Menurut komisioner KPU Bandarlampung, Feri Triatmojo, koordinasi awal tersebut menjadi penting karena ketentuan Rencana Kerja Anggaran Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (RAK-DIPA) KPU sudah mengamanatkan soal itu.

”Rencananya dalam waktu dekat ini kita akan duduk bersama membahas anggaran pilkada serentak 2020,” paparnya saat ditemui di kantor KPU Kota Bandarlampung, Kamis (16/5/2019).

Jika tidak ada perubahan, pelaksanaan pemilihan wali kota (pilwakot) Bandarlampung digelar pada September 2020. Sehingga sesuai ketentuan, minimal 12 bulan sebelumnya ada beberapa tahapan yang sudah dijalankan.

"Jadi kalau pemungutan suaranya pada September 2020, tahapan Pilwakot harus sudah mulai pada September 2019. Dengan kata lain, 12 bulan sebelumnya," bebernya. 

Pada bulan itu juga anggaran pilwakot sudah dibahas di tingkat DPRD Bandarlampung dan masuk usulan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).

"Untuk Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) -nya sudah kita siapkan," ungkapnya.  

NPHD adalah alat penyelenggara untuk menyelenggarakan pilkada. NPHD diusulkan oleh penyelenggara pemilu untuk ditandatangani kepala daerah lalu dicairkan agar penyelenggara memiliki dana memulai tahapan pilkada.

Besarnya dana untuk pilwakot 2020 menurut dia diprediksi lebih tinggi daripada pilwakot 2015 yang mencapai Rp20 miliar. Meski masih dirasa pas-pasan, hal ini dirasakan sesuai kemampuan keuangan Kota Bandarlampung.

Dihubungi terpisah, Ketua DPRD Kota Bandarlampung Wiyadi mengungkapkan, pihaknya masih menunggu aturan dari petinggi PDIP soal kapan akan dimulainya tahapan tersebut. 

”Soal anggarannya berapa yang kira-kira diusulkan, saya belum komentar dulu ya,” singkatnya.

Anggota Bawaslu Kota Bandarlampung lainnya, Yusni Ilham, membenarkan pihaknya sudah mulai mempersiapkan tahapan untuk pilwakot 2020.

"Karena kan yang jelas terlibat adalah KPU, Bawaslu (badan pengawas pemilu) dan kepolisian untuk gelaran pilwakot. Maka dari itu, dalam waktu dekat akan kita bahas bersama," terangnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID