Tahun Baru Islam, Wali Kota Pantau Masjid dan Musala - RILIS.ID
Tahun Baru Islam, Wali Kota Pantau Masjid dan Musala
El Shinta
Minggu | 01/09/2019 17.33 WIB
Tahun Baru Islam, Wali Kota Pantau Masjid dan Musala
Wali Kota Herman HN saat berkeliling memantau pelaksanaan Tahun Baru Islam 1441 Hijriah, Sabtu (31/8/2019) malam. FOTO RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Peringati 1 Muharam 1441 Hijriah, Wali Kota Herman HN berkeliling memantau sejumlah masjid dan musala di Kota Bandarlampung yang melaksanakan peringatan tahun baru Islam ini. 

Herman ingin memastikan di kota yang dipimpinnya ada peringatan 1 Muharram dengan menggelar pengajian bersama mengumandangkan ayat suci Alquran.

Aksi keliling pada malam 1 Muharam ini dimulai sejak pukul 20.00 Wib. Timnya bergerak menuju Kelurahan Kampung Sawah. Dilanjutkan ke wilayah Kelurahan Jayabaya II yakni di Jalan Pulau Buton, Jalan tomat dan beberapa wilayah lainnya di Kecamatan Kedamaian.

Herman tak lupa mengucapkan selamat tahun baru Islam kepada seluruh masyarakat dan mendoakan untuk seluruh umat muslim.

"Tanggal 1 Muharam adalah hari tahun baru dalam agama Islam, saya mengucapkan selamat. Mudah-mudahan Bandarlampung lebih makmur kedepan, rakyat diberikan rejeki melimpah ruah yang aman dan tentram," kata Herman HN, Sabtu (31/8/2019) malam. 

Orang nomor satu di Kota Tapis Berseri ini  berpesan agar kegiatan pengajian dan keagamaan serta perayaan umat muslim menjadi hal yang wajib digaungkan di seluruh masjid dan musala. 

"Saya keliling ke masjid masjid, saya mau lihat ada kegiatan apa. Dan ternyata sudah melaksanakan menyambut Muharam 1441 Hijriah, saya ingin kegiatan seperti ini konsisten dilakukan, digaungkan diseluruh penjuru masjid dan mushola di Bandarlampung," ujarnya.

Perayaan Tahun Baru Islam, sambungnya, dapat diisi dengan kegiatan pengajian di masjid atau melakukan aktivitas perkumpulan religi guna meningkatkan keimanan. 

"Ini tidak lain untuk menaikkan iman takwa kita kepada Allah SWT, kalau bukan kita siapa lagi yang meningkat iman takwa. Bukan Pak Kiyai atau ustadz,  tapi seluruh umat Islam," tandasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID