Tanggapan Mantan Wakapolda Disebut Terima Fee Proyek Mesuji - RILIS.ID
Tanggapan Mantan Wakapolda Disebut Terima Fee Proyek Mesuji
Muhammad Iqbal
Selasa | 23/04/2019 13.26 WIB
Tanggapan Mantan Wakapolda Disebut Terima Fee Proyek Mesuji
Brigjen Angesta Romano Yoyol. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Mantan Wakapolda Lampung Brigjen Angesta Romano Yoyol membantah dirinya terlibat dalam proyek di Kabupaten Mesuji.

Hal tersebut menanggapi fakta persidangan atas kesaksian tersangka Wawan Suhendra selaku Sekretaris Dinas PUPR Mesuji, yang menjadi saksi dalam agenda sidang terdakwa Sibron Aziz dan Kardinal yang merupakan kontraktor PT. Subanus Group.

"Assalamualaikum, selamat pagi mas. Boleh dicek, saya tidak pernah main proyek apalagi terima uang," tulisnya melalui whatsapp kepada wartawan media ini, Selasa (23/4/2019).

Sebelumnya Wawan Suhendra mengatakan bahwa Bupati Mesuji (nonaktif) Khamami pada Mei tahun 2018 pernah memerintahkan Kadis PUPR Mesuji yakni Najmul Fikri, untuk meminta uang Rp200 juta terhadap terdakwa Kardinal dari fee proyek. 

"Pak Kadis (Red Najmul Fikri) merintahin saya ambil uang di Kardinal," ucapnya di Pengadilan Tipikor, Bandarlampung, Senin (22/4/2019).

Wawan mengaku uang tersebut diberikan kepada Kapolda Lampung dan Wakapolda Lampung pada masa itu yakni Irjen Suntana dan Brigjen Angesta Romano Yoyol di rumah dinas mereka masing-masing. 

"Kalau di rumah Kapolda, itu yang masuk pak Bupati sama pak Kadis aja, saya nunggu dimobil. Uang itu perintah pak Bupati dibagi dua dengan nominal yang beda, untuk Kapolda Rp150 juta, dan untuk Wakapolda Rp50 juta. Nah yang di rumah Wakapolda itu saya ikut turun, dan pemberian itu disaksikan oleh saya langsung, yang memberi pak Bupati Khamami," jelasnya.

Hingga berita ini diturunkan mantan Kapolda Lampung Irjen Suntana belum memberikan respon, meskipun pesan singkat wartawan media ini melalui whatsaap sudah terbaca.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID