Teknokrat Bedah Teknologi Informasi hingga Mobil Listrik - RILIS.ID

Teknokrat Bedah Teknologi Informasi hingga Mobil Listrik
[email protected]
Minggu | 10/02/2019 11.39 WIB
Teknokrat Bedah Teknologi Informasi hingga Mobil Listrik
Seorang pelajar menjajal mobil listrik karya mahasiswa Teknokrat, Sabtu (9/2/2019). FOTO: HUMAS UNIVERSITAS TEKNOKRAT INDONESIA.

RILIS.ID, Bandarlampung – Universitas Teknokrat Indonesia memamerkan mobil listrik yang pernah mewakili Lampung dalam kontes Mobil Listrik tingkat nasional beberapa waktu lalu.

Adalah Agung Bayu Satria dan Fajar Santoso, dua mahasiswa Teknokrat yang merupakan tim Robotik Divisi Mobil Listrik. Mereka menjadi narasumber dalam seminar Teknologi Informasi 2019 yang digelar di Gelanggang Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia, pada Sabtu (9/2/2019).

Kedua mahasiswa program studi S1 Teknik Elektro itu memaparkan riset tentang teknologi mobil listrik dan mekanisme pembuatannya.

Dalam paparannya, mobil listrik karya Teknokrat ini mengusung teknologi 4WD (four wheel drive) yang memiliki empat motor penggerak di masing-masing rodanya.

Sehingga hal ini dapat membantu manuver mobil dengan baik dalam keadaan kecepatan, tanjakan, daya tahan dan tikungan.

Mobil listrik juga didemonstrasikan di depan peserta seminar yang merupakan pelajar dari seluruh SMA/SMK se-Lampung.

Dua pelajar ikut menjajal mobil listrik. Setidak sedikit pelajar yang kagum atas karya mahasiswa Teknokrat tersebut.

Seminar bertemakan “Facing The Future by Fastering Creative and Innovative Generations Throught Information Comunication Technology” ini juga membahas masalah multimedia dan efek, serta visual effect.

Tak ketinggalan, dua mahasiswa Teknokrat yakni Agungestu dan Edi Susanto membahas dan demo tentang Internet of Thing (IoT).

Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Universitas Teknokrat Indonesia, Yeni Agus Nurhuda, mengatakan bahwa era teknologi telah merubah gaya hidup anak muda.

Menurut dia, dampak teknologi informasi sangat dahsyat dan memiliki pengaruh positif maupun negatif. Regulasi negara juga belum bisa membatasi teknologi informasi.

Karena itu, lanjut dia, baik dan buruknya teknologi informasi tergantung individunya.

“Apakah kita bisa memanfaatkan teknologi itu atau kita hanya menjadi penikmat. Semua tergantung individu,” katanya.

Sementara Ketua Panitia Jihad Kaisar Pratama mengatakan bahwa generasi muda hendaknya memanfaatkan teknologi dengan baik.

“Diharapkan dapat memberi wadah, wawasan, ciptakan siswa yang mempunyai intelektual,” ujarnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID