Tenaga Ahli KSP Ajak Bersikap Optimis pada Hasil dan Proses Pembangunan - RILIS.ID
Tenaga Ahli KSP Ajak Bersikap Optimis pada Hasil dan Proses Pembangunan
Taufik Rohman
Sabtu | 20/10/2018 21.09 WIB
Tenaga Ahli KSP Ajak Bersikap Optimis pada Hasil dan Proses Pembangunan
Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, FX Rudi Gunawan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Pembangunan yang sudah dan terus dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK), hendaknya disikapi secara optimistis, terutama oleh kalangan mahasiswa sebagai kalangan intelektual penerus pembangunan.  

Demikian disampaikan Tenaga Ahli Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP) Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi, FX Rudi Gunawan, pada Seminar Nasional Program Infrastruktur Nasional dan Pembangunan Daerah, di Aula Fakultas Pertanian Unila, Sabtu (20/10/2018).

Rudi mengajak semua pihak untuk bersikap optimis terkait situasi pembangunan oleh pemerintah pusat saat ini.

"Mahasiswa jangan pesimis, apalagi di perguruan tinggi, ini persoalan bersama yang harus diselesaikan, karena generasi kedepan ada ditangan kalian," kata Rudi saat menjawab pertanyaan Sadam, Senat Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung dalam seminar itu.

Sedangkan menjawab pertanyaan mahasiwa Fakultas Pertanian Unila, Della, bahwa dengan biaya mahal bagaimana pemerintah memanage keuangan yang tidak sedikit dengan hasil yang maksimal, Rudi menjawab bahwa jangan berpikiran parsial.

Dia mencontohkan jika tinggal di desa itu ada yang namanya dana desa, digelontorkan besar memang, dan Jangan melihat projek secara parsial dengan objek wilayahnya. 

"Tapi berfikirlah dengan wawasan luas Indonesia. Karena jika terjadi kekacauan, maka terjebak dengan kalian sendiri," kata dia.

Kendala lainnya adalah di Bumdes, dari dana desa yang disalurkan, harus tersalurkan dengan baik, maka dibuat dan dikelola oleh badan usaha milik desa (bumdes), sehingga apa yang dicapai akan terwujud.

Begitupun dengan terkait data Jalan Tol Trans Sumatera, yang ditanyakan oleh Farhan mahasisa fakultas hukum Unila, bahwa pemerintah menargetkan tol trans Sumatera selesai di tahun 2019. Rudy pun menjawab, bahwa penyelesaian tol itu dilakukan secara terus menerus.

"Harus dilihat secara objektif, sebagai mahasiswa boleh lakukan kritik, bagaimana respon dan prosesnya nanti ada bidangnya yang menjawab, dan pemerintah secara terus-menerus menyelesaikan sesuai tahapan-tahapannya,” katanya.

Dia mengapresiasi kajian yang disampaikan oleh Dosen Teknologi Pertanian (tektan) Ridwan bahwa kajian analisisnya oleh mahasiswa pertanian terkait dengan debit air di waduk Waysekampung.

Ridwan mengatakan bahwa bendungan di provinsi lampung ini harus dilakukan revitalisasi, sehingga bisa meningkatkan produksi  padi di Lampung.

Ridwan mengaku bahwa yang dia telaah adalah karena pada pemerintah saat ini  prioritas pembangunan, namun disamping itu diserang juga oleh yang namanya hoaks.

"Pesimismenya karena pada era pemerintahan sebelumnya sangat ketat sekali, dan kajiannya luar biasa ketat, sementara pada masa era ini pembangunan seperti Infrastruktur tol jor-joran analisis dampak lingkungan harus diperhatikan. Oleh karenanya infrastruktur saat ini apakah sudah sesuai kebutuhan atau keinginan," jelasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID