Tender Rp700 Juta ke Atas Raib, LPSE Diduga Dibobol Hacker - RILIS.ID
Tender Rp700 Juta ke Atas Raib, LPSE Diduga Dibobol Hacker

Rabu | 09/10/2019 16.59 WIB
Tender Rp700 Juta ke Atas Raib, LPSE Diduga Dibobol Hacker
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Lampung Selatan – Puluhan paket proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruangan (PUPR) Lamsel yang dilelang melalui website Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Provinsi Lampung, diduga dibobol hacker, Selasa (8/10/2019).

Berdasar pantauan rilislampung.id, puluhan paket proyek yang hilang akibat server LPSE Provinsi Lampung disusupi hacker senilai Rp700 juta ke atas.

Banyak kontraktor Lampung Selatan (Lamsel) yang sudah mendaftar dan mengirimkan dokumen penawaran, tiba-tiba hilang dari beranda akun rekanan.

Seperti diungkapkan MA, Direktur cv Pandawa Siham. Dia sudah mendaftar dan mengirimkan dokumen penawaran pada paket peningkatan ruas jalan Hadi Utomo Desa Banjaragung senilai Rp1,11 miliar dengan kode RUP 21846334.

Tiba-tiba paket tersebut hilang sehingga dirinya tidak bisa memantau peserta yang mengikuti tender tersebut.

”Parahnya lagi, saat kami pantau di website LPSE Provinsi paket tersebut juga hilang dan muncul kembali pada saat pembukaan dokumen oleh panitia," ujarnya.

Dia berharap kepada pihak yang sudah membayar hacker untuk membobol server LPSE provinsi untuk mengamankan paket dan memipulasi data yang diinput data rekanan pada paket PUPR Lamsel agar sportif mengikuti proses tender.

"Kami yakin ini permainan hacker untuk mengamankan paket di Pemkab Lamsel karena paket proyek senilai 1 miliar ke atas bermasalah. Sedangkan paket di bawah Rp1 miliar tidak ada laporan pengaduan ke LPSE.

Terpisah, Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkab Lamsel, Tirta Saputra, mengatakan dirinya sudah melaporkan ke LPSE Provinsi Lampung dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).

"Dan pihak LKPP meminta waktu 4 sampai 5 hari mulai Senin untuk uji forensik. Artinya kemungkinan Jumat ini ada hasil dari uji forensik yang dilakukan LKPP, apakah dibobol hacker atau memang server yang sedang error," jelasnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID