Terdakwa Suap Bupati Agung: Saya Kerjakan Proyek dengan Berutang - RILIS.ID
Terdakwa Suap Bupati Agung: Saya Kerjakan Proyek dengan Berutang
Muhammad Iqbal
Kamis | 13/02/2020 15.28 WIB
Terdakwa Suap Bupati Agung: Saya Kerjakan Proyek dengan Berutang
Candra Safari alias Ican membacakan pledoi. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/M. Iqbal

RILIS.ID, Bandarampung – Candra Safari alias Ican, terdakwa kasus suap Bupati Lampung Utara (Lampura) nonaktif, Agung Ilmu Mangkunegara, membacakan pledoi (pembelaan) di depan majelis hakim ketua Novian Saputra, pada persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Kamis, (13/2/2020).

Dalam sidang pembelaan tersebut, dirinya mengakui bahwa untuk mengerjakan paket proyek di Kabupaten Lampung Utara, adalah dengan cara berutang.

Bahkan dirinya pun belum mencicipi hasil kerjanya tersebut. "Pekerjaannya sudah selesai semua. Tapi kami terima pembayaran di tahun 2019," katanya dalam sidang dengan Jaksa Penuntut Umum (PJU) KPK Taufiq Ibnugroho. 

"Apalagi selama dua tahun itu, saya ngerjain pekerjaannya dengan modal berutang. Dengan harapan nantinya akan dibayar. Dan bisa membahagiakan keluarga dengan memberikan hasil jerih payah saya," lanjutnya. 

Selain itu, Candra pun meminta maaf terhadap pihak keluarga, sebab lantaran terjerat kasus ini dirinya untuk sementara waktu tak dapat memenuhi kewajibannya sebagai tulang punggung keluarga. 

"Saya tulang punggung bagi anak dan istri saya, mohon maafkan kesalahan saya, telah gagal membina rumah tangga ini. Terimakasih juga untuk para keluarga, yang selalu mendukung saya. Kepada majelis hakim saya minta diadili yang seadil-adilnya," tutupnya dengan tersengal.

Sebelumnya, JPU KPK menilai perbuatan terdakwa secara sah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHPidana.

"Menuntut supaya majelis hakim untuk menjatuhi hukuman pidana penjara selama dua tahun untuk terdakwa Candra Safari dan membayar denda sebesar Rp100 juta dengan subsidair kurungan penjara selama tiga bulan," ucap Jaksa KPK Taufiq Ibnugroho, Kamis (6/2/2020). (*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID