Terkait Bom Bunuh Diri, Terduga Teroris Dibekuk di Pasar Tugu - RILIS.ID
Terkait Bom Bunuh Diri, Terduga Teroris Dibekuk di Pasar Tugu
El Shinta
Minggu | 09/06/2019 21.48 WIB
Terkait Bom Bunuh Diri, Terduga Teroris Dibekuk di Pasar Tugu
Lokasi penggeledahan barang terduga teroris di Jalan Belia Gang Wawai Jaya No. 40, Jagabaya II, Wayhalim, Minggu (9/6/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta 

RILIS.ID, Bandarlampung – Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap seorang terduga teroris bernama Ali Amirul Alam (30), Minggu (9/6/2019).

Dia disangka berkaitan dengan bom bunuh diri di Pos Pam Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu.

Berdasarkan sumber Rilislampung.id, Ali membantu dan mengetahui rencana bom bunuh diri yang dilakukan Rafiq di Kartasura. Selain itu Ali ikut membuat bom bersama Rafiq dan Sugeng. Dua nama terakhir adalah terduga pengebom di Kartasura.

Menurut keterangan adik ipar terduga teroris itu, Shodik (34), Ali baru saja tiba di rumah kontrakannya pada Sabtu (8/6/2019) malam dari Pulau Jawa.

Ali ingin berlebaran dengan ibu kandungnya yang memang tinggal bersama Shodik di rumah kontrakannya. Persisnya di Jalan Belia, Gang Wawai Jaya No 40 RT 01 Lk. II, Jagabaya 2, Wayhalim, Bandarlampung.

”Dia (Ali) memang sudah lama nggak ketemu. Lagi mudik dia menemui ibunya,” kata Shodik di kediamannya, Minggu malam.

Dia menuturkan, penangkapan kakak iparnya ini sangat mengejutkan. Betapa tidak, penangkapan yang dilakukan aparat dalam jumlah banyak dilakukan di Pasar Tugu pada Minggu pagi sekira pukul 10.00 WIB.

Saat itu, Shodik sedang pergi ke pasar bersama istri, ibu mertua, dan Ali untuk membeli buah dengan mengendarai sepeda motor.

Usai belanja di depan Pasar Tugu, Shodik memilih berteduh di salah satu waralaba bersama anaknya diikuti Ali.

”Saya sempat heran kok banyak orang ke arah saya. Pas sudah deket, mereka ke arah belakang saya. Baru sadar saya ternyata mau menangkap Ali. Saya lihat ada yang bawa pistol, berarti itu polisi,” ujar Shodik.

Meski penangkapan dilakukan di depan matanya, ayah dari empat anak ini mengaku hingga kini tidak mengetahui mengapa Ali ditangkap polisi.

Usai penangkapan di Pasar Tugu, polisi mendatangi rumah kontrakannya untuk mengambil barang-barang milik Ali. Petugas sempat menanyakan di mana tempat Ali tidur dan barang bawaannya.

”Saya ini baru ketemu sama Ali dua kali. Waktu akad nikah sama semalam, jadi nggak tahu banyak soal dia. Ngobrol saja jarang,” terangnya.

Dari penggeledahan yang dilakukan, polisi hanya membawa sebuah tas milik Ali. Tak hanya itu, adik kandung Ali yakni SHF (27), yang kebetulan tengah berkunjung saat penggeledahan turut dibawa oleh aparat untuk dimintai keterangan.

Hingga kini, Shodik masih berharap ada kabar pasti mengenai penangkapan kakak iparnya dari kepolisian.

”Nggak ada yang mencurigakan dari dia. Kalau ngomong ya biasa saja, nyuruh rajin salat dan lain-lain. Masih wajar saja,” pungkasnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID