Terlihat Garang, Reptil Ini Justru Pamer Pose Menggemaskan - RILIS.ID
Terlihat Garang, Reptil Ini Justru Pamer Pose Menggemaskan
El Shinta
Kamis, 2018/05/10 22.31
0
KOMENTAR
berita
berita+4
berita+4
berita+4
FOTO-FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta

Wajah reptil satu ini memang garang. Sorot matanya tak ramah dengan alis keras ditambah lipatan kulit atau gelambir di bagian bawah rahang. Duri (spike) di janggut dan punggung iguana hijau ini makin menambah keangkerannya.

Jenis kadal yang hidup di daerah tropis di Amerika Tengah dan Selatan, serta Karibia, ini pun memiliki mata ketiga (parietal) yang peka cahaya. Mirip seperti tonggak di atas kepala. Semacam sensor untuk mengetahui kedatangan predator.

Di belakang lehernya ada sisik kecil menyerupai paku panjang disebut tuberculate scale. Ada juga sisik besar bundar di pipi yang dinamakan selubung subtimpani. Ini adalah bagian kulit tipis dan lembut yang berfungsi menghantarkan getaran suara.

Penampilan liar iguana membuat hewan yang pertama kali ditemukan naturalis berkebangsaan Austria Josephus Nicolaus Laurenti pada 1768, itu jarang dipelihara. Padahal, binatang yang bisa mencapai panjang 1,8 meter ini bisa jinak dan bertingkah mengemaskan.

Adalah Dino Saputra, warga Jalan Jenderal Ryacudu, Korpri Raya, yang sudah membuktikannya. Pria yang hobi mengoleksi reptil sejak 2015 itu kerap kali ”menghipnotis” iguana peliharaannya untuk keperluan fotografi. Hasilnya adalah si seram dengan berbagai pose lucu.

”Sebenarnya nggak dihipnotis. Tapi kita buat iguana itu nyaman saja. Misalnya, kita buat duduk seperti ini. Tapi gayanya ya begitu saja. Kalau sudah nyaman, pasti nggak mau gerak-gerak. Makanya kayak orang lagi dihipnotis,” beber lelaki berambut gondrong itu, Kamis (10/5/2018).

Menurut dia, tak hanya iguana yang bisa dihipnotis. Tapi semua jenis reptil berkaki dan memiliki tulang punggung. Semisal biawak atau buaya.

”Kalau iguana ini karakternya memang sudah kalem atau jinak. Tapi kalau yang liar pasti nggak bisa (dihipnotis). Butuh latihan lama, sekitar satu sampai dua bulan. Tiap hari harus kita pegang, dielus kepalanya biar tidur,” papar Dino.

Iguana tidur tidak seperti hewan lainnya, namun dengan mata terbuka. Setelah tak sadar, baru gampang mengatur posenya. Contohnya, memposisikan seolah sedang duduk. Hanya, waktunya tidak lama, berkisar lima menit. Sebab, selama proses hipnotis iguana menahan nafas.

Dino kini memiliki sekitar 30 ekor iguana dari berbagai jenis. Mulai iguana hijau, merah, biru, dan columbia mix peru. Ia mengaku jatuh hati ketika pertama kali melihat binatang ini.

”Warnanya itu lho, keren dan eksotis, kayak gambaran seekor naga. Daripada binatang impor lainnya, saya pilih iguana karena masih jarang juga yang punya,” akunya.

Kesukaannya pada iguana bukan berarti tanpa risiko. Ia beberapa kali terluka karena gigi reptil itu yang tajam. Sudah tak terhitung lagi perih yang ia rasakan.

”Kemarin lagi pegang-pegang, giginya lewat selintas saja di tangan, tapi luka robek juga. Lebih baik digigit ular daripada iguana. Kayak luka bacok, giginya mirip ikan hiu,” terangnya.

Dino menerangkan dirinya tak sekadar menjadikan iguana hewan peliharaan. Tapi, juga memperjualbelikannya. Termurah adalah jenis iguana hijau yang dihargai Rp500 ribu. Sedangkan termahal Rp7,5 juta untuk jenis iguana biru.

”Yang banyak beli rata-rata dari Pulau Jawa. Kalau Lampung masih kurang peminatnya. Maunya dapat barang bagus, tapi murah,” cetus Dino setengah berkelakar.

Untuk memelihara iguana tergolong mudah. Dia termasuk rajin memandikan dan menjemur binatang itu setiap hari. Tapi bagi yang malas, ia menyarankan cukup sepekan sekali.

”Makanannya juga gampang kok. Sayur-sayuran seperti kangkung, sawi, toge. Juga beraneka buah. Kita juga harus rajin membersihkan kandangnya karena iguana bisa terserang virus dan bakteri kalau kotor,” ingatnya. (*)


Editor:gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)