Terpantau, Kawanan Gajah Bergeser ke Blok 5 - RILIS.ID
Terpantau, Kawanan Gajah Bergeser ke Blok 5

Kamis | 05/07/2018 13.28 WIB
Terpantau, Kawanan Gajah Bergeser ke Blok 5
ILUSTRASI: RILISILAMPUNG.ID/Sulis Wanto

RILIS.ID, Tanggamus – Kawanan gajah liar di Blok 6 Talangmarno, Bandarnegeri Semoung, Kotaagung Utara mulai bergerak meninggalkan lokasi. Kawanan gajah tersebut terpantau berada di sekitaran blok 5, kawasan hutan lindung Register 39.

Kepala UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPH) IX Kotaagung Utara, Zulhaidir mengatakan, tim gabungan yang terdiri dari UPTD KPH IX Kotaagung Utara, BKSDA Bengkulu-Lampung, Balai Besar TNBBS, WWF, WCS, TNI dan Polri masih berada di lokasi pasca amukan gajah. 

”Total ada 30-an personel gabungan yang sedang memantau pergerakan gajah. Ini belum temasuk masyarakat setempat, yang bersiaga di lokasi awal,” terang Zul lewat rilis yang diterima, Kamis (5/7/2018).

Situasi terkini di blok 6 Talangmarno, lanjut dia relatif aman. Sedang di blok lima telah diinformasikan ke petugas jaga. 
”Kondusif, terkendali. Pergerakan kawanan gajah ke blok 5 pun masih dalam pantauan," terangnya.  

Disingung terhadap serangan susulan, ia mengaku belum dapat memastikannya. ”Yang pasti sekarang usaha-usaha sudah dilakukan untuk menghindari jatuhnya korban bertambah,” kata dia. 

Sementara menurut keterangan, Makruf (43) warga Talangmarno, petugas gabungan masih berjaga-jaga di blok 6 register 39. Cara ini sebagai antisipasi gajah mencari korban manusia, pasca tewasnya Surip (70), Selasa (3/7/2018) lalu. 

”Jujur saja warga khawatir. Kalau kawanan itu kembali lagi. Ya, meski kondisi saat ini relatif aman," singkat Makruf.

 Terpisah, Kapolda Lampung Irjen Pol Suntana mengatakan, lokasi tersebut merupakan kawasan yang disiapkan untuk habitat gajah dan terlarang. 

”Sudah kita ingatkan seringkali untuk keluar dari situ, tapi masih saja melakukan aktivitas di kawasan terlarang," terangnya.

Polda, sambung mantan Wakapolda Metro Jaya itu, terus berkoordinasi dengan Pemkab Tanggamus. Langkah-langkah aktif terus dilakukan. Agar peristiwa ini tidak terulang. 

”Sayangnya, belum ada solusi yang tepat agar warga meninggalkan lokasi. Problemnya, belum ada lahan menempatkan warga,” terang Suntana. (*) 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID