Tiga Sastrawan Lampung Ikuti PSN di Sabah - RILIS.ID
Tiga Sastrawan Lampung Ikuti PSN di Sabah
[email protected]
Kamis | 20/09/2018 15.33 WIB
Tiga Sastrawan Lampung Ikuti PSN di Sabah
Syaiful Irba Tanpaka, Isbedy Stiawan ZS, Heri Mulyadi. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Tiga sastrawan Lampung akan mengikuti Pertemuan Sastrawan Nusantara (PSN) di Sabah, Malaysia, 9-11 November 2018.

Ketiga sastrawan itu adalah Syaiful Irba Tanpaka (cerpenis/penyair), Heri Mulyadi (penyair/esais), dan Isbedy Stiawan ZS (penyair/cerpenis). Mereka menyatakan siap mengikuti serangkaian PSN.

Syaiful Irba Tanpaka, cerpenis yang baru meluncurkan kumcer "Alangkah Indah Luka itu" (Siger Publisher, 2018) mengatakan bahwa PSN diikuti sastrawan Malaysia, Indonesia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand.

Bagi Syaiful, undangan ini sudah kali keempat. Rekor ini sama seperti Isbedy.

“Alhamdulillah geliat sastra Lampung tak lagi asing di Nusantara. Kita selalu mendapat jemputan," katanya dalam siaran pers yang diterima, Kamis (20/9/2018).

Isbedy Stiawan ZS menilai PSN adalah acara sastra yang bergengsi. Kegiatan ini diikuti sastrawan kawakan hingga yang muda.

"Kita bisa silaturahmi, saling menimba ilmu dalam berbagai diskusi, juga menajamkan puitika di negeri orang," jelas penyair berjuluk Paus Sastra Lampung ini.

Ia berharap, sepulang dari Sabah dapat melahirkan puisi-puisi diaspora seperti masalah pekerja Indonesia di Negeri Jiran.

"Boleh jadi Heri atau siapa pun yang tertarik untuk membantu penerbitan buku puisi kami kelaknya. Ini sangat menarik," ungkapnya.

Sementara Heri Mulyadi mengaku baru kali pertama tampil di PSN. Sebelumnya, ia pernah mengikuti Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) di selatan Thailand pada 2015 silam.

“Kalau ke Sabah dalam acara sastra ini kedua kali. Tahun lalu bersama Isbedy ke Sabah serangkaian puisi esai di Festival Penulis Sabah," jelasnya.

Heri juga mengaku sudah siap untuk mengikuti seluruh rangkaian jadwal acara.

“Sekalian menimba ilmu di sini, juga memburu momen puitik tentang Sabah," katanya.

Heri saat ini tengah menimbang untuk menghimpun puisi-puisi untuk diterbitkan, lalu dibawa ke Sabah sebagai oleh-oleh dari Lampung. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID