Tujuh PPS Protes Diganti, KPU Klaim Sesuai Laporan PPK - RILIS.ID
Tujuh PPS Protes Diganti, KPU Klaim Sesuai Laporan PPK
Taufik Rohman
Jumat | 15/03/2019 20.46 WIB
Tujuh PPS Protes Diganti, KPU Klaim Sesuai Laporan PPK
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Pergantian antar waktu (PAW) terhadap tujuh orang panitia pemungutan suara (PPS) di empat kelurahan menyisakan persoalan.

Mereka yang dilengserkan itu protes keras lantaran diganti tanpa alasan yang jelas. Sementara, KPU Kota Bandarlampung menyatakan telah sesuai prosedur.

Ketujuhnya Deni Ahmadi dan Ikhwan Kholid (PPS Kelurahan Rajabasa); dan Marhadi (PPS Rajabasa Raya.

Lalu, Ridhuan Affandi, Iwan Setiawan, dan Fikri (PPS Rajabasa Nunyai) serta K Pandu Herlambang (PPS Gedungmeneng).

Menurut Deni yang digantikan Dede Sofiansyah, mereka belum pernah dipanggil atau diberi teguran tertulis dan lisan.

”Namun tiba-tiba saja kami dapat pemberitahuan sudah diganti,” kata Deni melalui sambungan ponselnya, Jumat (15/3/2019). 

Dia mengaku sempat melakukan mosi tidak percaya terhadap Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Rajabasa lantaran dugaan kongkalikong dengan caleg tertentu.

”Kami punya bukti rekaman dan chat WhatsApp bahwa ada oknum pimpinan di PPK Rajabasa ditenggarai menerima uang dari salah satu caleg tertentu pada November 2018,” paparnya.

Atas dasar itulah, mosi tidak percaya dilayangkan ke KPU kota agar yang bersangkutan dinonaktifkan. Tapi, oknum tadi tetap menjadi PPK Rajabasa.

Tak lama berselang, PPK Rajabasa mengggelar rapat pergantian tujuh anggota PPS yang sebelumnya melakukan mosi tidak percaya.

”Hal ini sudah kami tanyakan ke Panwascam (panitia pengawas kecamatan) Rajabasa agar ditindaklanjuti dan kepada KPU supaya jujur apa sebab kami diganti ini,” tandasnya.

Sementara itu, Komisioner KPU Kota Bandarlampung Divisi SDM, Fadila Sari, menerangkan PAW dilakukan atas dasar laporan PPK Rajabasa.

Ketujuh PPS itu diganti karena alasan ketidakaktifan mereka dalam mengawal pemilu.

”Kalau masalah yang lain saya tidak tahu. Sesuai hasil pleno PPK itu saja yang ditandatangani empat orang anggotanya,” tegasnya.

Disinggung soal mosi tidak percaya, Ila --sapaan akrabnya, mengatakan persoalan pergantian tidak sampai sejauh itu.

”Karena ada laporan, ya kita tindaklanjuti. Penggantinya sudah dilantik hari apa itu kemarin saya lupa,” ucapnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID