Tunda Penggusuran, DPRD Minta Wali Kota Gunakan Hati - RILIS.ID
Tunda Penggusuran, DPRD Minta Wali Kota Gunakan Hati
El Shinta
Rabu | 09/05/2018 20.16 WIB
Tunda Penggusuran, DPRD Minta Wali Kota Gunakan Hati
Lokasi Kampung Pasar Griya, Sukarame yang hendak digusur. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Batalnya penggusuran Kampung Pasar Griya, Sukarame, ternyata ada campur tangan dari DPRD Kota Bandarlampung.

Ketua DPRD, Wiyadi, dan anggota Komisi I pasang badan untuk menunda penggusuran yang akan dilakukan Pemerintah Kota Bandarlampung, Rabu (9/5/2018).

Wiyadi mengatakan sikap pasang badan tersebut sengaja dilakukan untuk mengetuk pintu hati Plt. Wali Kota M. Yusuf Kohar. 

"Ini waktunya Pak Yusuf untuk menunjukkan kepeduliannya ke masyarakat," kata Wiyadi kepada rilislampung.id.

Wiyadi mengungkapkan, momen penundaan penggusuran ini dapat dimanfaatkan Yusuf Kohar untuk turun langsung menemui warga Kampung Pasar Griya. 

"Supaya wali kota tahu apa keinginan warga itu apa? Turun ke lapangan langsung. Komunikasi secara langsung dari hati ke hati, warga mau kok menerimanya,” papar Wiyadi.

Menurut dia, warga tahu mereka salah dan pemkot punya hak untuk menggunakan tanah itu sewaktu-waktu.

”Permintaan warga untuk menunda penggusuran sudah kita sampaikan ke Sekkot, makanya penggusuran ditunda," tandasnya. 

Sementara Ketua Komisi I, Nu’man Abdi, mengatakan pihaknya memang menjanjikan penggusuran dibatalkan saat audiensi dengan warga pada Selasa (8/5/2018).

"Yang bisa dijanjikan oleh komisi I yaitu menjamin tidak ada pengosongan lokasi pada 9 Mei. Itu solusi jangka pendek yang kami berikan agar masyarakat tidak terlalu gusar," kata Nu'man.

Dia menjelaskan, pihaknya juga memberikan solusi jangka panjang ke warga Kampung Pasar Griya. Yaitu dengan meminta kebijakan kepada kepala daerah.

”Saat ini Plt. Wali Kota Bandarlampung, Yusuf Kohar, kita minta mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Kita minta mereka berkirim surat kepada kepala daerah dan ditembuskan kepada DPRD," jelasnya. 

Nu'man menuturkan, pihaknya meminta pemkot tidak memandang permasalahan ini dengan dasar aturan, tapi rasa kemanusiaan. 

Disinggung sampai kapan perlindungan penggusuran ini berlaku, Numan tidak bisa memastikan. 

"Kita lihat saja perkembangannya, kami komisi I tetap memonitor. Yang jelas, pembangunan harus bermanfaat untuk semua masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Editor Gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID