Urus PBI BPJS, Warga Lamtim Dipungut Rp200 Ribu - RILIS.ID
Urus PBI BPJS, Warga Lamtim Dipungut Rp200 Ribu
Haris Riyanto
Selasa | 14/01/2020 19.48 WIB
Urus PBI BPJS, Warga Lamtim Dipungut Rp200 Ribu
Warga Lamtim dipungut Rp200 ribu untuk mengurus PBI BPJS Kesehatan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Haris Riyanto

RILIS.ID, Lampung Timur – Masyarakat Desa Telogorejo, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim), mengeluhkan penarikan dana Rp200 ribu terkait pengurusan penerima bantuan iuran (PBI) BPJS Kesehatan dari Dinas Sosial setempat.

Dawam, warga Telogorejo, mengatakan penarikan dana Rp200 ribu berlaku untuk satu kepala keluarga (KK). Menurutnya, ada 23 KK yang merogoh kocek untuk mengurus PBI BPJS tersebut.

"Saya dan warga lainya ditarik uang untuk pembuatan BPJS oleh Dinas Sosial. Yang melakukan penarikan dari pihak desa itu (Sekretaris desa) Bayan sendiri, katanya mau langsung disetor sama orang Dinas Sosial,” katanya, Selasa (14/1/2020).

Dawam mengaku tidak terlalu mempersoalkan pungutan tersebut. Namun, ia berharap pengurusannya rampung.

“Tapi di keluarga saya cuma tiga (orang), aturanya empat, makanya sudah bayar, masih saja belum jadi-jadi," ungkapnya.

Dikonfirmasi terpisah, Bayan Telogorejo Tumiren mengakui melakukan penarikan dana tersebut. Namun, uang itu langsung disetorkannya kepada salah seorang staf Dinas Sosial bernama Sarbiah.

“Memang benar saya yang menarik dana kepada warga saya, namun itu langsung saya setorkan kepada Sarbiah, pekerja lapangan Dinas Sosial, tidak ada untuk saya mencari untung di situ. Niat saya hanya membantu masyarakat desa agar memiliki BPJS dan mempermudah masyarakat dalam berobat," kilahnya.

Lebih lanjut, Tumiren berkelit penarikan dana sebesar Rp200 ribu itu sebagai biaya administrasi dan dana operasional.

“Itu biaya administrasi dan dana jalan ke sana-kemari untuk membuat BPJS,” ucapnya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Lampung Timur Darmuji belum dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut. Wartawan media ini juga mencoba menghubungi melalui WhatsApp, namun tidak direspon. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID