Warga Minta Tower BTS di Desa Bagelen Dibongkar - RILIS.ID
Warga Minta Tower BTS di Desa Bagelen Dibongkar
Darmansyah Kiki
Senin | 02/03/2020 20.25 WIB
Warga Minta Tower BTS di Desa Bagelen Dibongkar
Tower BTS di Dusun 5, Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan. Foto: Rilislampung.id/Darmasnyah Kiki

RILIS.ID, Pesawaran – Keberadaan menara Base Transciever Stasion (BTS) atau tower telekomunikasi swasta milik PT. Protelindo dikeluhkan warga Dusun 5, Desa Bagelen Kecamatan Gedongtataan Kecamatan Gedongtataan, Pesawaran.

Tower telekomunikasi yang menjulang tinggi ini berada di berada di belakang rumah warga. Tower tersebut digunakan oleh provider XL dan 3. 

Selain dirasa tidak menguntungkan warga sekitar, tower tersebut lebih banyak dampak negatifnya.

"Kami di sini diberi cuma pada waktu pembangunannya saja, setelah itu sampai sekarang tidak ada kabar. Banyak dampak negatifnya, misalnya musim hujan, kalo ada petir nyamber ke tower, barang-barang elektronik banyak yang rusak, ya tv pernah juga kulkas," ujar Anto warga sekitar tower, Senin (2/3/2020).

Dia menuturkan, jalan menuju tower sangat gelap dan tidak ada penerangan jalan yang diberikan oleh pengelola tower.

Untuk itu jika diperlukan warga pun siap mendukung agar tower tersebut dibongkar saja. “Penjaga towernya saja kami tidak tau, makanya kami minta kepada kades agar bisa dipasang lampu penerangan jalan. Gelap banget, kaya tempat jin buang anak. Kalo tidak ada manfaatnya kami dukung tower ini dibongkar saja," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Bagelen Merdi Parmanto, menjelaskan banyak menerima keluhan warga.

"Kira-kira tahun 2012 tower itu dibangun, pas dibangun warga sekitar dikasih Rp250 ribu, udah itu aja sampe sekarang tidak ada lagi," kata Merdi saat ditemui di lokasi pengerjaan normalisasi sungai Waysemah Desa Bagelen.

Untuk itu, sebagai kades dirinya akan berkoordinasi dengan Diskominfo dan Dinas Perizinan Satu Atap untuk menyelesaikan permasalahan ini.

"Ya nanti saya coba berkordinasi dengan pihak terkait bagaimana ini selesai. Masa iya warga minta penerangan lampu jalan saja hingga sekarang tidak terealisasi, kan aneh," pungkasnya.(*)

Editor Adi Pranoto


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID