Wartawan Harus Ikuti Perkembangan Zaman - RILIS.ID
Wartawan Harus Ikuti Perkembangan Zaman
Kalbi Rikardo
Sabtu | 21/12/2019 14.28 WIB
Wartawan Harus Ikuti Perkembangan Zaman
Workshop Penguatan Kompetensi Wartawan Provinsi Lampung di Balai Wartawan, Sabtu (21/12/2019). FOTO: RILISLAMPUNG.ID / Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung menggelar Workshop Penguatan Kompetensi Wartawan Provinsi Lampung di Balai Wartawan, Sabtu (21/12/2019).

Kegiatan itu dihadiri seluruh pengurus harian PWI, Kepala Dinas  Kominfo Provinsi Lampung A. Chrisna Putra yang juga mengisi materi mengenai hubungan pemerintah dengan pers.

Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian mengatakan, pasca direnovasi hingga diresmikan, lantai 3 kantor PWI ini merupakan kali pertama digunakan tempat acara. Workshop penguatan kompetensi wartawan ini tujuannya pertama, agar wartawan mengikuti perkembangan zaman.

“Karena saya melihat teman – teman di kabupaten / kota di beberapa daerah tidak selaras dengan program-program PWI kedepan dan penguatan kompetensi wartawan ini juga sangat penting, selain sebagai ajang silaturahmi,” kata Supriyadi.

Menurutnya jabatan Ketua PWI bukan jadi ajang untuk belagak, akan tetapi bagaimana wartawan itu dilihat dari karya jurnalisnya serta program kerja di kabupaten / Kota. “Karena itu yang akan dinilai oleh para pembaca dan stakeholder,” ucapnya.

Bang Yadi sapaan akrabnya berharap seluruh anggota PWI Kabupaten / Kota bisa melakukan aktivitas yang menunjang peningkatan profesi wartawan. Dia merinci dari 15 daerah, hanya 5 kabupaten yang sangat aktif.

“Sedangkan sisanya antara hidup dan mati, ada juga yang jalan berdiri, ada yang di Pesisir Barat satu orang. Ada pengurus PWI di Pesisir Barat hanya ada Ketuanya saja. Lampung Barat untung juga mau ada kegiatan, sebenarnya hampir sama. Mesuji mati suri, sejak Khammi ditangkap, PWI nya juga mati suri, berarti hidupnya selama ini tergantung Khamami kali,” tandasnya.

Supriyadi juga mengimbau PWI Kabupaten / Kota dalam penciptaan program-program, tidak hanya bergantung pada anggaran. Tetapi bagaimana anggota melakukan inovasi-inovasi program nyata dan bekerja sama dengan stakeholder yang ada.

“Seperti yang dilakukan oleh Tulangbawang, Tanggamus, Pringsewu, dan beberapa daerah lainnya. Ada kepala daerah yang berinovasi, Tulangbawang Barat, tapi PWI nya tidak berinovasi alias ketinggalan. Saya berbicara banyak dengan Umar, kata Umar ketika bertemu saya  bang kita ini kalau ada program kita bantu bang. Saya berharap agar bagaimana pertemuan kita hari ini bisa bermanfaat,” pesannya.

Ia juga berpesan kepada wartawan di Provinsi Lampung, agar terus meningkatakan wawasan, kompetensi dalam hal peliputan.

“Plagiat dan copy-paste itu sudah sangat menyebar luas. Jadi copy-paste, plagiat dan pengiriman berita sama itu sudah menjadi momok kita bersama. Padahal menurut saya ketika humas memberikan rilis berita itu sebaiknya redakturnya koreksi lagi, redakturnya cari lead berita yang lain. Seperti apa yang dilakukan oleh pak Nizwar. Seorang Pak Nizwar Sekretaris PWI kita doakan dia bisa menjadi anggota KI (Komisi Informasi) ia masih terus menulis berita,” tutupnya. (*)

 

EDITOR: Taufik Rohman

 


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID