Waspada, NII hingga JAD Masih Aktif Rekrut Anggota di Lampung - RILIS.ID

Waspada, NII hingga JAD Masih Aktif Rekrut Anggota di Lampung
El Shinta
Kamis, 2018/05/17 07.30
Waspada, NII hingga JAD Masih Aktif Rekrut Anggota di Lampung
Kepala BIN Daerah Lampung Brigjen TNI Daru Cahyono (kemeja putih) saat rapat koordinasi antisipasi aksi teror bom di Ruang Rapat Walikota Bandarlampung, Rabu (16/5/2018). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/El Shinta

RILIS.ID, Bandarlampung – Kepala BIN Daerah Lampung, Brigjen TNI Daru Cahyono, mengklaim telah mengidentifikasi adanya gerakan kelompok garis keras di Sai Bumi Ruwa Jurai.

Paham radikalisme yang masih hidup di Lampung, yakni kelompok Negara Islam Indonesia (NII), kombatan di Afghanistan, dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Kami menemukan adanya kelompok yang diidentifikasi merupakan mantan bagian dari NII, mereka masih aktif mencari kawan, terlalu keren kalau saya bilang merekrut anggota,” katanya saat rapat koordinasi antisipasi aksi teror bom di Ruang Rapat Walikota Bandarlampung, Rabu (16/5/2018).

“Ada juga mantan pejuang di Afghanistan, ada juga kelompok yang belakangan ini ramai disebut atau dikenal dengan nama JAD. Semua ada di Lampung ini,” lanjut Daru.

Dia menyatakan, posisi strategis Lampung yang menjadi gerbang masuk ke Pulau Sumatera merupakan salah satu faktor penting.

“Posisi kita adalah pintu gerbang, siapa saja yang bisa dengan mudah masuk ke Lampung. Kalau bapak dan ibu lihat berita aparat kepolisian di Sumatera Selatan menangkap teroris yang baru pulang dari Jakarta, itu orangnya berarti lewat Lampung semalam,” paparnya.

Daru menghimbau pemerintah daerah dan aparat keamanan harus mewaspadai kelompok radikal yang memang sudah terbagi dalam beberapa kelompok.

Setidaknya ada empat kategori yang bisa diidentifikasi, yaitu kelompok inti, kelompok militan yang memiliki kesempatan apapun di lapangan dalam melaksanakan tugasnya, kelompok pendukung, dan kelompok simpatisan yang bertugas di media sosial.

“Untuk yang keempat ini ada cara untuk mengetahuinya, yakni dengan memperhatikan komentarnya jika menyangkut hal agama, biasanya mereka akan menyebut aparat keamanan ini dengan sebutan thaghut. Jangan sampai masyarakat masuk dalam empat kategori, simpatisan adalah lapisan terluar yang paling rentan dimasuki,” jelasnya.

Daru menyarankan agar pemerintah dan aparat keamanan bersatu dalam menjaga Provinsi Lampung dari gerakan kelompok radikal. Salah satunya adalah memperketat pengamanan.

“Kita ada Satpol PP, TNI, Polri, saling bersatu melaksanakan tugas secara maksimal. Teroris itu biasanya tinggal di rumah atau di hotel. Nanti tugas RT, camat dan lurah untuk hal ini, sekarang dorong RT agar lebih aktif. Objek vital seperti stasiun, bandara, terminal, dan pengiriman paket perlu diwaspadai. Saya berharap dan kita sepakat apa yang kita lihat di televisi tidak akan kita rasakan di Lampung,” pungkasnya. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Tags
#Bom
Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)