65 Adegan Kematian Yogi Andhika Direkonstruksi di 7 Lokasi
Muhammad Iqbal
Senin | 29/10/2018 14.12 WIB
65 Adegan Kematian Yogi Andhika Direkonstruksi di 7 Lokasi
Rekontruksi kematian Yogi Andhika. FOTO: Dokumentasi Keluarga Korban, Lilia Rosita.

RILIS.ID, Bandarlampung – Polda Lampung melakukan rekonstruksi penganiayaan berujung kematian mantan sopir Bupati Lampung Utara (Lampura), Yogi Andhika.

Kasubdit III Jatanras Polda AKBP Ruli Andi Yunianto mengatakan rekonstruksi pada Minggu (29/20/2018) itu untuk melengkapi berkas perkara.

“Ada 65 adegan yang diperagakan, mulai korban pertama kali bertemu dengan rekanya yang merupakan saksi kunci dalam masalah ini yakni Arnold sampai ke beberapa titik TKP yang ada,” katanya kepada rilislampung.id, di ruang kerjanya, Senin (29/10/2018).

Lanjut Ruli, 65 adegan tersebut diantaranya adalah saat pertama korban bertemu dengan tersangka Moulan Irwansyah Putra di kediaman Arnold hingga terjadinya tindak pemukulan di lokasi tersebut.

Adegan tersangka membawa korban masuk mobil, tersangka membuang korban pinggir jalan, hingga adegan korban tiba di rumah dan beberapa rumah sakit.

“Dugaan pemukulan itu pakai gagang senjata api, tapi direkonnya pakai tangan kosong, karena yang melihat Sertu A mengeluarkan senjata api itu saksi kunci Arnold, tapi dia tidak mendengar adanya suara letusan. Saksi yang dilibatkan dalam rekon di kediaman Arnold itu ada 2 orang keluarganya,” ujarnya.

Masih kata Ruli, rekontruksi dilakukan di 7 tempat kejadian perkara (TKP). 

Yani rumah Arnold, rumah korban, tiga rumah sakit yakni RS. Advent, RS. Daerah Khusus Tentara (DKT) Bandarlampung, RSUD Abdul Moeloek, satu Puskesmas, Jalan Bypass Soekarno-Hatta (tempat tersangka membuang korban dipinggir jalan) dan PKOR Way Halim (tempat pengganti) yang diduga sebagai Rumdis Bupati Lampura

Disinggung, apakah korban sempat dibawa ke Rumdis Bupati Lampura, Ruli membantah.

“Kalau dari pengakuan Moulan itu tidak ada, tapi kita tetap lakukan rekon seolah-olah dibawa kesana, karena berdasarkan pengakuan korban terhadap keluarganya. Jadi adegan yang seolah-olah di rumdis juga enggak ada, hanya datang terus pergi karena tidak ada saksi yang melihat hal it” pungkasnya.

Ruli juga menambahkan, bahwa beberapa waktu lalu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku Negara. 

Dari BAP (Berita Acara Pemeriksaan), bupati hanya membenarkan kehilangan uang dan langsung melaporkan ke Polres Lampung Utara.

“Tapi kalau soal adanya sayembara dan kegiatan lain tidak tau, dan menyerahkan urusan tersebut terhadap pihak kepolisian,” tandasnya.

Terpisah, Lilia Rosita selaku kakak kandung korban Yogi Andhika, mengatakan dengan telah digelarnya rekonstruksi tersebut pihaknya berharap segala urusan yang mengakibatkan kematian terhadap adiknya dapat terselesaikan.

“Ya sudah mulai kelihatan titik terang dalam masalah ini, kami pihak keluarga berharap pelaku dapat segera mendapatkan ganjaran sesuai dengan proses hukum yang berlaku,” singkatnya.(*)

Editor


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID