Ahmad Bastian Apresiasi KBRI Berhasil Pulangkan ABK asal Lampung yang Ditahan Iran
lampung@rilis.id
Kamis | 28/01/2021 15.59 WIB
Ahmad Bastian Apresiasi KBRI Berhasil Pulangkan ABK asal Lampung yang Ditahan Iran
Anggota DPD RI Dapil Lampung Ahmad Bastian. ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/Kalbi Rikardo

RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota DPD RI Dapil Lampung Ahmad Bastian mengapresiasi kinerja Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Teheran yang berhasil memulangkan dua anak buah kapal (ABK) dari Iran.

Diketahui, otoritas Iran menahan dua ABK yakni Safik Erwanto asal Lampung dan Mohamad Solek asal Cirebon selama empat bulan.

"Apresiasi setinggi-tingginya untuk KBRI Teheran yang telah memulangkan 2 warga negara kita yang ditahan otoritas Iran saat bekerja sebagai ABK di Kapal Farsi," kata Bastian, Kamis (28/1/2021).

Kedua ABK Kapal Farsi berbendera Iran tersebut sudah kembali ke Tanah Air pada 27 Januari 2021 lalu. Keduanya telah bekerja selama dua tahun.

Bastian secara khusus mengucapkan terima kasih kepada KBRI Teheran karena telah memulangkan Safik Erwanto.

"Sebagai bagian dari Lampung, saya secara pribadi berterima kasih karena KBRI telah memberi pengawalan kepada warga kami hingga akhirnya yang bersangkutan bisa kembali pulang," ucap anggota Komite I DPD RI itu.

Otoritas menahan kapal penangkap ikan dan para AKB di wilayah Chabahar, Provinsi Sistan Balochistan karena masalah perizinan operasional.

Menurut Bastian, sebelum kembali ke Indonesia, kedua ABK berada di bawah perlindungan KBRI Teheran usai berhasil bebas.

"Perlindungan KBRI Teheran kepada 2 ABK kita tersebut menunjukkan bahwa negara hadir untuk setiap warganya, di mana pun mereka berada," tambahnya.

KBRI Teheran juga memastikan kesehatan kedua ABK tersebut. Pemulangan Safik dan Solek dilakukan setelah mereka dipastikan memperoleh hak-haknya, termasuk bonus kerja.

Bastian kembali mengucap syukur karena kedua ABK tersebut bisa kembali berkumpul dengan keluarga.

"Alhamdulillah permasalahan yang membelit saudara Safik dan Solek sudah berhasil diselesaikan. Semoga ke depan tidak lagi ada ABK kita yang terhambat masalah saat bekerja di luar negeri," ujar mantan anggota DPRD Lampung Selatan itu.

Bastian juga berharap agar Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memastikan kondisi para pekerja migran, termasuk ABK. Terutama saat mereka sedang bekerja.

Karena menurutnya, keselamatan para pekerja migran harus terus dipantau oleh pemerintah.

"Kami berharap masalah terhadap pekerja migran Indonesia (PMI) di luar negeri bisa diminimalisir. Keselamatan mereka harus menjadi prioritas," tandas Bastian. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID