Akademisi Nilai Perencanaan Buruk - RILIS.ID
Akademisi Nilai Perencanaan Buruk
lampung@rilis.id
Rabu | 08/01/2020 12.06 WIB
Akademisi Nilai Perencanaan Buruk
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Bandarlampung – PENGAMAT Kebijakan Publik Dedi Hermawan ikut angkat bicara terkait kerusakan Jl. Ryacudu, Sukarame, Bandarlampung. Terlebih jalan yang lebih dikenal dengan sebutan jalur dua korpri itu baru dua bulan diperbaiki.

Akademisi Universitas Lampung ini menilai pemicu kerusakaan Jalan Ryacudu lantaran kurang matangnya perencanaaan pembangunan jalan tersebut. 

’Kalau perbaikan baru dua bulan selesai, tapi lubang sudah banyak terlihat, berarti itu ada yang kurang matang saat tahap perencanaan,” nilainya, Selasa (7/1/2020).

Dia juga menduga selain kurang matangnya tahap perencanaan, kerusakan Jalan Ryacudu juga lantaran adanya pengurangan volume materi saat pekerjaan. 

”Nilai saja sendiri, baru dua bulan selesai diperbaiki, kok sudah rusak lagi,” nilainya. 

Seharusnya, terus dia, Pemprov Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi membangun rigit beton di Jl. Ryacudu, mengingat kultur tanah di kawasan itu labil. 

”Kalau kita lihat ada beberapa meter yang dirigit beton. Seharusnya Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi membangun rigit beton. Bukan mengaspal!,” ucapnya. 

Dedi berharap, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi tidak menganggap remeh kerusakan Jalan Ryacudu. Selain karena sering terjadi kecelakaan, jalan itu juga merupakan akses menuju dan keluar dari gerbang pintu tol Kota Baru. (*)

Laporan Satria Aji Prasetyo/RILISLAMPUNG.ID

 

Editor Wirahadikusumah


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID