Anggota DPD Dapil Lampung Ahmad Bastian Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
lampung@rilis.id
Jumat | 25/09/2020 14.44 WIB
Anggota DPD Dapil Lampung Ahmad Bastian Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan
Anggota DPD RI Dapil Lampung Ahmad Bastian melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kantor DPD Lampung, Jumat (25/9/2020). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota MPR/DPD RI Dapil Lampung Ahmad Bastian SY menyosialisasikan empat pilar kebangsaan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhineka Tunggal Ika.

Acara ini merupakan salah satu tugas MPR yang tertuang dalam keputusan MPR Nomor 1 Tahun 2019. Sosialisasi dilaksanakan di Kantor DPD RI, Jalan Patimura No.19, Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandarlampung pada Jumat (25/9/2020).

Ahmad Bastian menerangkan pentingnya memasyarakatkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika kepada warga Lampung.

"Tugas MPR inilah diwajibkan untuk menyosialisasikan empat pilar kebangsaan berdasarkan wilayah pemilihanya masing-masing,” katanya.

Senator Lampung menjelaskan Pancasila merupakan dasar serta landasan sebuah ideologi bagi bangsa Indonesia.

"Kita harus mengetahui sejarahnya, keberadaannya di dalam kehidupan berbangsa, dan nilai-nilai Pancasila harus dijunjung tinggi oleh segenap Bangsa,”ungkapnya.

"Bahwa pancasila tercermin dalam konstitusi negara yang tertuang dalam UUD 1945. UUD 1945 ini merupakan hukum dasar yang menjadi sumber dasar dari seluruh peraturan perundang-undangan di Indonesia," sambung Bastian.

Lebih lanjut, Bastian menerangkan NKRI merupakan bentuk negara. Indonesia memiliki pulau sekitar 64.000 pulau yang tersebar di seluruh nusantara. Dahulu sebelum merdeka, pulau-pulau tersebut memiliki kedaulatan tersendiri.

"Di Aceh ada kerajaan Islam, Samudera Pasai dan sebagainya,” ujarnya.

Kedaulatan-kedaulatan yang dimiliki oleh masing-masing kerajaan tersebut membuat Soekarno berupaya untuk mempelopori dan menyatukan negara dalam bingkai NKRI.

Terakhir adalah Bhineka Tunggal Ika yang menurut Bastian, bahwa perbedaan adalah sebuah kepastian atau kebenaran yang telah ada. Ia mengambil contoh dalam nilai-nilai keagamaan.

"Kebhinekaan itu sudah menjadi keniscayaan kita, Tuhan Yang Maha Esa mengajarkan kepada kita, ambil contoh saja kita sebagai manusia ini tidak ada yang sama identik walaupun dalam satu keluarga, artinya kita sudah diajarkan berbeda-beda tetapi kita utuh berada dalam satu keluarga,” paparnya.

Ditambahkannya, Indonesia memiliki sekitar 1.116 suku bangsa dan bahasa di Indonesia dengan satu ikatan dalam satu bangsa dan bahasa  Indonesia.

"Ini merupakan warisan dan kesepakatan nasional bangsa," tuturnya.

Bastian mengajak semua elemen masyarakat untuk menjaga empat pilar kebangsaan dan menyosialisasikannya ke khalayak luas.

"Apabila empat pilar ini tidak menginternalisasi di dalam jiwa warga negara, kita khawatir nanti bangsa menjadi lemah dan rapuh, karena tidak ada nilai-nilai kebangsaan yang hidup di dalamnya,” katanya.

Ia mengambil contoh negara Uni Soviet yang dahulu begitu berkuasa dan adidaya.

"Tapi sekarang pecah negara mereka, kita tidak mau seperti itu,” harapnya.

Bastian berharap untuk segenap warga negara untuk  merawat dan menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

"Tugas kita sebagai warga negara yakni mengambil peran untuk menjaga dan merawat demi keutuhan negara yang kita cintai,” pungkasnya. (*)

Laporan: Dwi Des Saputra

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID