Anggota MPR RI Ahmad Bastian Dengarkan Keluhan Petani Terkait Irigasi
Segan Simanjuntak
Sabtu | 25/07/2020 09.10 WIB
Anggota MPR RI Ahmad Bastian Dengarkan Keluhan Petani Terkait Irigasi
Anggota MPR RI Ahmad Bastian saat melakukan kegiatan dengar pendapat masyarakat di Balai Desa Wonosari, Jumat (24/7/2020). FOTO: ISTIMEWA

RILIS.ID, Bandarlampung – Anggota MPR RI Ahmad Bastian SY menggelar kegiatan dengar pendapat masyarakat di Balai Desa Wonosari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, Jumat (24/7/2020).

Pada kesempatan itu, Bastian mendengar langsung keluhan para petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di Pekon/Desa Wonosari, Kecamatan Gadingrejo.

Seperti diungkapkan Sutrisno, pengurus P3A Desa Mataram. Menurutnya, terdapat enam kelompok tani (poktan) di desanya.

“Namun belum adanya air dua musim maupun satu musim. Kami berharap adanya usulan pengadaan sarana penyalur sumber air. Di Desa Martaram dilewati oleh aliran sungai Waysekampung, namun dengan lokasi dataran yang cukup tinggi, sehingga kesulitan dalam masalah air,” ujarnya.

Ketua P3A Pekon Pererejo/Tirto Rejo, Nasuha, mengatakan, hasil rapat di Pekon Banyumas disepakati wilayahnya akan mendapatkan program irigasi.

“Namun, penyaluran teralihkan kembali ke P3A yang lain yang ada di Pekon Parerejo,” tuturnya.

Ketua P3A Pekon Pelitajaya Marsito mengharapkan Ahmad Bastian mengawal program irigasi untuk petani. Sebab menurutnya, pada tahun lalu, ada 26 P3A yang akan mendapatkan program.

“Namun pada tahun ini hanya 14 yang tersalurkan. Kami berharap Pak Ahmad Bastian bisa mengawal program irigasi ini agar petani di Pringsewu bisa berjaya,” pintanya.

Kepala Pekon Wonosari Heri Rahim mengakui bahwa para petani di wilayahnya belum memiliki irigasi untuk mengairi sawah.

“Untuk Wonosari, perairannya masih ikut dengan aliran kabupaten lain, contohnya Kabupaten Tanggamus dan Pesawaran,” katanya.

Sementara anggoa MPR RI Ahmad Bastian SY berjanji akan memperjuangkan aspirasi petani di Pringsewu, khususnya mereka yang tergabung dalam P3A.

Menurut senator Lampung ini, penguatan kebutuhan petani menjadi fokus negara untuk mewujudkan ketahanan pangan di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Di tengah pandemi saat ini, hanya sektor pertanian yang masih bisa beraktivitas seperti biasa. Karena mereka tidak berkerumun dan jaga jarak. Kebutuhan petani ini wajib terpenuhi, karena untuk menjaga ketahanan pangan di masa-masa krisis,” terangnya.

Bastian akan membawa persoalan petani di Pringsewu dalam forum rapat dengar pendapat (RDP) dengan kementerian terkait dalam hal ini Kementerian Pertanian dan PUPR. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID