Awas, Pasar di Mesuji Rawan Penyebaran Covid-19
Juan Situmeang
Selasa | 19/05/2020 21.10 WIB
Awas, Pasar di Mesuji Rawan Penyebaran Covid-19
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Kardo

RILIS.ID, Mesuji – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh pada 24-25 Mei 2020, kondisi pasar di Mesuji semakin ramai oleh pengunjung. Kondisi ini menyebabkan rawan penularan virus corona (Covid-19).

Salah satu pasar terbesar di Mesuji yakni Pasar Simpangpematang, misalnya, dalam empat hari terakhir sangat ramai.

Puncaknya antara pukul 07.00-12.00 WIB. Pantauan rilislampung.id, di pasar tersebut, para pengunjung yang berasal dari berbagai kecamatan di wilayah kabupaten bahkan dari OKI, Sumsel, berjejal di tengah pasar tersebut.

Banyak yang tidak menggunakan masker. Belum lagi karena setiap lorong di pasar tersebut sangat sempit, akhirnya pengunjung mengabaikan physical distancing. Sehingga tiap orang berdesak-desakan dan berjejal.

Belum lagi, tidak ada penjagaan di pintu-pintu utama masuk pasar untuk dilakukannya cuci tangan atau pemakaian masker oleh petugas gugus tugas. Hal itu diakui Kasat Binmas Polres Mesuji, Iptu Sarijo.

”Ya, saya juga sudah menerima laporan dari masyarakat yang khawatir kondisi itu. Mereka takut penyebaran Covid-19 di pasar-pasar Mesuji, karena memang tidak ada pengamanan di tiap pasar untuk dilakukan protokol kesehatan,” terangnya.

Karena itu, pihaknya menerjunkan personel dua orang tiap pasar. Mulai dari Pasar Simpangpematang, Pasar Brabasan, Pasar Gedungram, dan Pasar KTM di Mesuji Timur untuk sosialisasi agar setiap pengunjung pasar menggunakan masker dan menjaga jarak saat.

”Ya, kita keliling ini, karena kami lihat memang tidak ada protokol kesehatan dijalankan di tiap pasar yang kami kunjungi,” katanya.

Dalam melakukan sosialisasi, tim dari Binmas Polres Mesuji menggunakan pengeras suara dan keliling di tiap lorong pasar. ”Sampai kami pastikan semua mendengar seruan kami untuk melakukan standar protokol kesehatan untuk memutus rantai Covid-19 di pasar-pasar,” ungkapnya.

Salah satu pedagang pasar, Agus, membenarkan di pasar Simpangpematang tidak melakukan standar protokol kesehatan.

Ia mengungkapkan kalaupun ada, paling dari toko yang menyediakan tempat cuci tangan dan sabun. Tapi jumlahnya tidak banyak.

Ia berharap tim Gugus Tugas Kabupaten Mesuji bisa menertibkan pasar-pasar yang ada apalagi mendekati Hari Raya Idul Fitri. Misalnya, pintu masuk dan pintu ke luar diatur menjadi beberapa titik.

”Misal empat titik pintu masuk.  Empat pintu ke luar. Atau dijaga saja semua pintu masuk pasar oleh petugas.  Kalau bisa sudah ada tempat cuci tangan. Jadi sambil cuci tangan diminta pakai masker. Kalau tidak ada dikasih,” sarannya.

Menurutnya, jumlah pengunjung pasar akan membludak di tiga hari sebelum Lebaran sampai H-1. 

Sementara, juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Mesuji, Nawawi Madni, mengatakan pihaknya akan melakukan penjagaan dan mengingatkan warga untuk menggunakan masker.

”Ini saya lagi konfirmasi dengan Pol PP, untuk lakukan penjagaan, dan ingatkan warga pakai masker,” tutupnya.  (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID