Bak Penampung Air Bersih di Batubrak Jebol, Ada Masalah?
Anton Suryadi
Jumat | 07/02/2020 10.01 WIB
Bak Penampung Air Bersih di Batubrak Jebol, Ada Masalah?
Bak penampung air bersih di Pekon Negeriratu Batubrak yang jebol sebelum digunakan. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Anton

RILIS.ID, Lampung Barat – Bak penampungan air bersih di Pekon Negeriratu Kecamatan Batubrak, Lampung Barat, jebol. Tepatnya di Pemangku 1 Way Tutung.

Berbagai spekulasi liar kemudian bermunculan. Mulai dugaan proyek 2019 itu diduga dikerjakan asal-asalan, sampai digarap tanpa perencanaan matang.

Peratin Pekon Negeriratu, Herpin Edya, saat dikonfirmasi via telepon membenarkan kerusakan bak penampung air tersebut.

"Ya. Kejadian sudah lama, awal Januari lalu. Saat ini proses material masuk ke lokasi untuk perbaikan," ungkap Herpin, Rabu (5/2/2020).

Ditanya soal spekulasi yang muncul, dia menampik. Herpin justru menyalahkan warga yang tidak izin lebih dulu saat hendak mengisi air ke bak.

"Saya sendiri baru tahu karena ada monitoring dari kecamatan," ucap Herpin dengan nada santai.

Saat ditanya besar anggaran yang dikucurkan, Herpin mengaku tidak ingat.

Wartawan media ini lalu mencoba menelusuri ke lokasi pembangunan. Ternyata, belum ada material masuk seperti keterangan peratin.

Juga tak ada perbaikan apapun, padahal kerusakan telah terjadi selama satu bulan. Selain itu, pelang proyek juga sudah tidak ada.

Salah seorang warga yang enggan ditulis namanya menyebut, penyebab jebolnya bak karena adukan semen dan pasir kurang proporsional.

”Lihat saja warna adukannya hampir putih. Sehingga kekuatan bangunan yang dihasilkan sangat minim. Selain itu, besi yang digunakan terlalu sedikit dan hanya dipasang pada sisi tiang, sehingga tidak ada penahan,” jelasnya.

Jarak sumber air dengan bak penampung kurang lebih 1.500 meter. Ada pipa dengan diameter 3 dan 4 inci yang menghubungkannya.

”Setahu saya anggaran untuk proyek ini sebesar Rp102 juta lebih dari alokasi dana desa. Jadi, saya kira dengan dana yang ada seharusnya tidak terjadi hal seperti ini,” paparnya.

Warga lain berpendapat, sebenarnya proyek itu agak mubazir. Sebab, mereka tak kesulitan mendapat air bersih.

”Dari dulu warga di sini sudah punya sendiri (air bersih) dan dibuat secara swadaya," terangnya.

Hingga berita dibuat, belum ada tanggapan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Pekon (DPMPP).

Saat wartawan bermaksud meminta keterangan dari Kabid Pembangunan, Fathan, yang bersangkutan sedang tugas luar.

"Pak Kabid sedang di Bandarlampung. Tapi terimaksih informasinya nanti akan saya sampaikan," ucap Fauzan Aria, salah satu staf di DPMPP. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID