Bangkitkan Pariwisata, Dendi Tebar Inovasi dan Sanksi
lampung@rilis.id
Kamis | 17/09/2020 21.21 WIB
Bangkitkan Pariwisata, Dendi Tebar Inovasi dan Sanksi
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona (paling kiri) saat diskusi online via Zoom Meeting, Kamis (17/9/2020). FOTO: HUMAS PEMKAB PESAWARAN

RILIS.ID, Pesawaran – Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Pesawaran melalui program Bupati Menyapa mengadakan diskusi online bertema, ”Membangkitkan Geliat Pariwisata di Era New Normal”, Kamis (17/9/2020).

Diskusi ini adalah untuk yang ketiga kalinya dalam program Bupati Menyapa. Sebelumnya, diskusi membahas tema ”Sehat di Era New Normal” dan ”Digitalisasi UMKM di Era New Normal”.

Hadir sebagai narasumber Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dan Ketua Bidang Pemerintahan DPP Association of The Indonesian Tours and Agencies (ASITA) Indonesia, Adi Susanto.

Acara yang dimoderatori jurnalis Ade Yunarso ini diikuti berbagai peserta dengan berbagai latar belakang profesi. Mulai travel agent, pelaku usaha dan penikmat wisata.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menilai bukan hanya pariwisata yang mengalami penurunan, tetapi berbagai sektor. Hal ini menjadi tantangan sendiri bagi dirinya untuk mencari solusi.

Dendi memberikan contoh, telah berhasil membangun dua ecopark (agrowisata) yang mampu menyerap daya wisatawan sampai 500 orang per hari.

Menurutnya, ini merupakan suatu terobosan yang mampu memperkaya destinasi wisata Pesawaran. Sebab, ia menginginkan wisata yang dikenal di kabupaten ini bukan cuma Pulau Pahawang.

”Kita buat tujuan wisata Pesawaran satu pintu. Kita bangun tempat yang merepresentasikan keinginan masing-masing wisatawan,” jelasnya.

Terkait protokol kesehatan (prokes), ia menegaskan akan menindak tegas pelaku wisata yang tidak mematuhinya. Sanksi akan diberlakukan, mulai dari pelarangan operasional dalam waktu satu bulan, sampai sanksi berat yaitu penutupan tempat wisata tersebut.

”Kita beri efek jera, mudah-mudahan dengan sanksi tersebut dapat membuat prokes berjalan,” harapnya.

Ia berharap kepada seluruh pihak turut serta membantu dalam penegakkan prokes dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata.

”Meski ini kembali lagi kepada diri pribadi orang tersebut. Mau menurut atau bandel,” papar Dendi.

Dalam rangka menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan. Dendi berencana membangun pos polisi pariwisata yang akan ditempatkan di lokasi.

”Kita sudah bekerja sama dengan Polda Lampung dalam upaya pengadaan polisi pariwisata. Mereka nantinya dapat berpatroli memantau tempat-tempat wisata itu,” ungkapnya.

Sementara, Adi Susanto berpendapat ada tiga alasan seseorang sebelum pergi memutuskan untuk berwisata.

Pertama, what to see, yaitu apa yang dilihat di destinasi pariwisata.

Kedua, what to do, apa yang didapat ketika berkunjung.

Ketiga, what to buy, setelah berwisata apa yang dapat dibeli sebagai bahan oleh-oleh.

Adi menunjukan data Kementerian Pariwisata dan PT Telkom tahun 2017 yang menyatakan wisatawan Lampung tembus 11 juta jiwa. Bahkan tahun 2019 sempat 14 juta jiwa yang terdiri dari wisawatan domestik dan mancanegara.

Hal ini berubah drastis ketika kondisi pandemi mulai memasuki Indonesia. Semua pelaku pariwisata mengalami dampak sangat berat akibat terhentinya sektor ini. Barulah 7 Juni 2020, sektor pariwisata di Pesawaran dibuka lagi.

Menurutnya, potensi wisata Pesawaran dapat dikemas dengan lebih baik dengan harga yang kompetitif. Kenyamaan dan keamanan juga harus ditingkatkan.

”Melayani dengan senyum dan ramah (hospitality) merupakan  modal dasar dalam pengelolaan pariwisata,” kata Adi.

Dalam pernyataan penutup, Dendi mengajak penerapan prokes dilakukan dari diri dan keluarga. Dengan kesadaran yang baik, maka ia yakin semuanya dapat melewati pandemi.

”Mudah-mudah tahun depan seluruh pelaku wisata dapat menikmati hasil yang berlimpah,” doanya yang diamini seluruh peserta. (*)

Laporan: Dwi Des Saputra

 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID