Batal Jadi Saksi Money Politics, Barlian Malah Buka-Bukaan Lewat Video
lampung@rilis.id
Senin | 16/07/2018 11.37 WIB
Batal Jadi Saksi Money Politics, Barlian Malah Buka-Bukaan Lewat Video
Anggota DPRD Bandarlampung, Barlian Mansyur. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Syaiful Amri

RILIS.ID, Bandarlampung – Rencana anggota DPRD Bandarlampung Barlian Mansyur untuk menjadi saksi mahkota dalam sidang pelanggaran pilkada terstruktur sistematis dan masif (TSM) di Sentra Gakkumdu Lampung, ternyata hanya gertak sambal.

Politisi Golkar ini malah menghilang. Saat dikonfirmasi, Barlian mengaku tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta. (Baca juga: Yuhadi Tanggapi Dingin, Barlian Bergerak Siapkan Bukti)

“Saya jatuh di kamar mandi, karena kondisi badan drop. Belum tahu sakit apa karena masih menunggu hasil pemeriksaan dokter. Saya minta doanya semoga cepat sembuh,” kata Barlian saat dihubungi, Kamis (12/7/2018) lalu.

Meski sedang menjalani perawatan, Barlian tetap membongkar dugaan politik uang yang dilakukan pasangan calon nomor urut 3 Arinal-Nunik di Pilgub Lampung. (Baca juga: Saksi Money Politics, Barlian Mendadak Sakit, Sengaja Diamankan?)

Dalam video yang beredar di media sosial dan group WhatsApp, pada Minggu (15/7/2018) malam, Barlian mengungkapkan pertemuannya bersama bersama Ketua DPD II Partai Golkar Kota Bandarlampung Yuhadi di rumah Arinal Djunaidi.

“Pada beberapa waktu yang lalu, saya dipanggil oleh Ketua DPD Golkar Kota Bandarlampung Yuhadi untuk menghadap Pak Arinal Djunaidi dan saya lihat di sana (Rumah Arinal) sudah ada dua lurah dan ada instruksi yang disampaikan terkait TPS di sekitar agar jangan sampai kalah,” demikian pernyataan Barlian dalam video tersebut.

Berikut pengakuan Barlian dalam video berdurasi 8 menit 51 detik tersebut:

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saya ingin menjelaskan bagaimana terjadinya money politics di Provinsi Lampung, khususnya di Bandarlampung.

Pada saat yang lalu, saya dipanggil oleh Ketua DPD Golkar Kota Bandarlampung Yuhadi untuk menghadap Pak Arinal Djunaidi. Dan saya lihat di sana sudah ada dua orang kepala desa atau lurah di Kota Bandarlampung.

Kemudian ada instruksi-instruksi yang disampaikan terkait dengan TPS-TPS yang ada di sekitarnya, agar jangan sampai kalah. Dan beliau berapa itu kira-kira biayanya, kemudian yang menjawabnya bukan saya, yang menjawabnya Pak Yuhadi. Oke, siapkan itu jangan sampai kalah di belakang rumah saya, itu pakai amplop.

Setelah itu, tanggal 24 atau H-2, saya ditelepon oleh Yuhadi untuk menghadap Pak Arinal Djunaidi. Kemudian saya menghadap pada malam hari, nanti kamu Barlian, saya jawab siap Pak Ketua.

Saya tunggu, kemudian dia menghampiri kami dan mengatakan apakah sudah siap di sana itu. Bahwa saya tidak sendiri, ada pimpinan kecamatan Partai Golkar.

Selanjutnya adalah Barlian, besok telepon Muhidin suruh dia temui Armen, ambil uangnya. Lalu pada hari Minggu tanggal 24, Pak Muhidin telepon lewat WA atau pesan WA, bahwa dia sedang menunggu Armen. Bahwa tadi pagi saya dapat WA dari Pak Arinal Djunaidi saya disuruh menemui Armen.

Sekitar pukul setengah satu, Muhidin menghubungi saya dan mendatangi saya di rumah dan mengatakan bagaimana dengan barang itu, karena barang itu lebih bahaya dari ganja dan saya panggil pimpinan kecamatan Golkar Labuhanratu, Asman dan saya bertanya pada Asman di mana uangnya, dan uangnya sudah dikemas sedemikian rupa seperti kue gabin masih dalam kotak amplop.

Usai diambil oleh Asman kemudian disimpan di dalam motornya dan Barlian meminta untuk berhati hati. Awas kalian tertangkap salurkan sebenar-benarnya saya tidak bertanggung jawab.

Hingga berita ini diturunkan, Barlian belum berhasil konfirmasi terkait video tersebut. Meski telepon genggamnya aktif, legislator berjuluk Singa Tua itu tidak merespon. Begitupun pesan aplikasi WhatsApp tidak dibalas. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID