Bazar Murah di Rest Area Dikritik, Bupati Membela Ada pula yang Mencela
Anton Suryadi
Kamis | 29/04/2021 22.17 WIB
Bazar Murah di Rest Area Dikritik, Bupati Membela Ada pula yang Mencela
Bupati Lambar Parosil Mabsus saat menyampaikan keterangan di depan kantornya, Kamis (29/4/2021). FOTO: RILISLAMPUNG.ID/ Anton

RILIS.ID, Lampung Barat – Niat baik tak selamanya mendapat respons positif. Seperti bazar murah yang dikritik lantaran dianggap tidak mendukung pencegahan Covid-19 karena mengundang kerumunan masyarakat.

Bupati Lampung Barat (Lambar) Parosil Mabsus, menjelaskan ekonomi masyarakat tidak boleh lumpuh karena pandemi.

Karena ekonomi dan kesehatan seperti dua sisi mata uang. Harus seiring sejalan, tidak boleh ada salah satu yang dilemahkan.

"Artinya silahkan saja kalau ada teman-teman yang mau mengadakan bazar. Yang penting protokol kesehatan (prokes) harus dilaksanakan," ucap Pakcik –sapaannya, Kamis (20/4/2021).

Ia pun menilai apa yang dilakukan Masata (Masyarakat Sadar Wisata) dengan menggelar bazar di rest area merupakan hal inovatif dan kreatif di tengah lesunya ekonomi.

Sementara itu, Anton Hilman, warga Sumberjaya menilai bazar murah kurang tepat dan berpotensi menambah jumlah penyebaran virus corona.

”Kalaupun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, seharusnya mengambil lokasi yang sesuai. Misalnya di lapangan sepak bola bukan di tempat wisata seperti rest area,” sarannya.

Dia menjelaskan rest area setiap hari ramai pengunjung meskipun tanpa bazar. Tak hanya warga lokal, namun dari berbagai daerah. Lokasinya tepat di pinggir jalan.

Dia mengingatkan pengunjung dari luar daerah bisa saja orang yang terpapar virus corona. Beda jika di lapangan, setelah belanja pembeli akan langsung pulang.

Terpisah, Ketua DPC Masata Lambar Teuku Wahyu mengklaim bazar yang digelar DPC Masata sudah memenuhi persyaratan. 

”Kenapa digelar di rest area karena bertujuan mengenalkan pariwisata dan kuliner. Selain itu bertujuan membantu pedagang keliling yang terdampak pandemi," ujar Wahyu.

Bazar dilaksanakan selama 1,5 jam dari pukul 16.00-17.30 WIB. Meski pengunjung tak sampai membludak, Wahyu mengantisipasi dengan menyiapkan 20 orang penjaga prokes. (*)
 

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID