ATM Belum Berbasis Cip Akan Diblokir, Tapi Rekeningnya Tidak
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

ATM Belum Berbasis Cip Akan Diblokir, Tapi Rekeningnya Tidak

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
26 Maret 2021 - 18:56 WIB
Bisnis | RILISID
...
Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Lampung Yunus Mulia. Foto: Dora

RILISID, Bandarlampung — Kabar adanya pemblokiran kartu ATM yang masih berbasis strip magnetik membuat khawatir sebagian masyarakat.

Menurut Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Lampung Yunus Mulia, terkait hal itu bukan pemblokiran rekening, tetapi kartu ATM tidak bisa digunakan dan harus dilakukan pembaruan ke kartu berbasis cip. Namun transaksi masih tetap dilakukan secara online.

“Kalau pemblokiran kan artinya rekening itu diblokir, bukan seperti itu. Hanya saja kartu ATM tidak bisa digunakan lagi. Tapi transaksi pakai online tetap bisa digunakan seperti biasa.” ungkapnya kepada Rilislampung, Jumat (26/3/2021).

Yunus juga menjelaskan, bahwa kebijakan pembaruan kartu ATM ini sudah sejak tahun 2018 dan selama itu sosialisasinya gencar dilakukan.

“Semua bank sudah melakukan perubahan ke ATM chip. Sosialisasi ke masyarakat juga selalu dilakukan melalui media, mesin ATM, dan online,” tambahnya lagi.

Selama tiga tahun terus melakukan sosialisasi, Yunus yakin bahwa masyarakat sudah banyak yang mengganti kartu ATM dengan basis chip. Kalaupun ada yang belum mungkin hanya sekitar 5 persen lagi. 

“Bahkan dalam enam bulan ini kita juga melakukan pemberitahuan ke nasabah langsung melalui SMS. Kecuali nasabah tersebut ganti nomor dan tidak melapor ke bank untuk merubah data,” Kata Yunus.

Yunus pun mengimbau masyarakat yang masih menggunakan ATM berbasis strip magnetic, untuk segera melakukan pembaruan ke ATM cip, dengan langsung mendatangi cabang bank terdekat.

“Melakukan perubahan ATM itu tidak harus ke kantor cabang waktu pembuatan ATM, bisa dilakukan di cabang manapun, hanya dengan membawa KTP dan semua prosesnya gratis,” terang Yunus.

Bank Mandiri juga telah menetapkan jadwal masa berlaku kartu ATM strip magnetik dan akan dilakukan tiga tahap. 

Pertama, kartu yang memiliki masa berlaku tahun 2021-2022 wajib diganti sebelum 1 April 2021.

Tahap kedua untuk masa berlaku 2023-2025 wajib ganti paling lambat 1 Juni 2021. Kemudian tahap ketiga untuk kartu yang berlaku pada 2026-2030 wajib diganti sebelum 1 Juli 2021. 

Yunus Mulia juga menegaskan bahwa tidak ada isu yang mengkhawatirkan terkait hal itu, karena sudah tiga tahun disosialisasikan dan masyarakat diharapkan segera mendatangi kantor cabang Bank Mandiri terdekat. (*)

 

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

ATM Belum Berbasis Cip Akan Diblokir, Tapi Rekeningnya Tidak

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
26 Maret 2021 - 18:56 WIB
Bisnis | RILISID
...
Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Lampung Yunus Mulia. Foto: Dora

RILISID, Bandarlampung — Kabar adanya pemblokiran kartu ATM yang masih berbasis strip magnetik membuat khawatir sebagian masyarakat.

Menurut Area Head PT Bank Mandiri (Persero) Lampung Yunus Mulia, terkait hal itu bukan pemblokiran rekening, tetapi kartu ATM tidak bisa digunakan dan harus dilakukan pembaruan ke kartu berbasis cip. Namun transaksi masih tetap dilakukan secara online.

“Kalau pemblokiran kan artinya rekening itu diblokir, bukan seperti itu. Hanya saja kartu ATM tidak bisa digunakan lagi. Tapi transaksi pakai online tetap bisa digunakan seperti biasa.” ungkapnya kepada Rilislampung, Jumat (26/3/2021).

Yunus juga menjelaskan, bahwa kebijakan pembaruan kartu ATM ini sudah sejak tahun 2018 dan selama itu sosialisasinya gencar dilakukan.

“Semua bank sudah melakukan perubahan ke ATM chip. Sosialisasi ke masyarakat juga selalu dilakukan melalui media, mesin ATM, dan online,” tambahnya lagi.

Selama tiga tahun terus melakukan sosialisasi, Yunus yakin bahwa masyarakat sudah banyak yang mengganti kartu ATM dengan basis chip. Kalaupun ada yang belum mungkin hanya sekitar 5 persen lagi. 

“Bahkan dalam enam bulan ini kita juga melakukan pemberitahuan ke nasabah langsung melalui SMS. Kecuali nasabah tersebut ganti nomor dan tidak melapor ke bank untuk merubah data,” Kata Yunus.

Yunus pun mengimbau masyarakat yang masih menggunakan ATM berbasis strip magnetic, untuk segera melakukan pembaruan ke ATM cip, dengan langsung mendatangi cabang bank terdekat.

“Melakukan perubahan ATM itu tidak harus ke kantor cabang waktu pembuatan ATM, bisa dilakukan di cabang manapun, hanya dengan membawa KTP dan semua prosesnya gratis,” terang Yunus.

Bank Mandiri juga telah menetapkan jadwal masa berlaku kartu ATM strip magnetik dan akan dilakukan tiga tahap. 

Pertama, kartu yang memiliki masa berlaku tahun 2021-2022 wajib diganti sebelum 1 April 2021.

Tahap kedua untuk masa berlaku 2023-2025 wajib ganti paling lambat 1 Juni 2021. Kemudian tahap ketiga untuk kartu yang berlaku pada 2026-2030 wajib diganti sebelum 1 Juli 2021. 

Yunus Mulia juga menegaskan bahwa tidak ada isu yang mengkhawatirkan terkait hal itu, karena sudah tiga tahun disosialisasikan dan masyarakat diharapkan segera mendatangi kantor cabang Bank Mandiri terdekat. (*)

 

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya