BI Lampung Sebut Ada 162 Bank Tempat Penukaran Uang Baru
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

BI Lampung Sebut Ada 162 Bank Tempat Penukaran Uang Baru

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
27 April 2021 - 14:27 WIB
Bisnis | RILISID
...
Kantor BI Perwakilan Lampung. Foto: Dora

RILISID, Bandarlampung — Pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat.

Hal itu dilakukan dengan melakukan koordinasi dan mengajak pihak perbankan untuk bersama-sama merencanakan kebutuhan Uang Layak Edar (ULE). Perbankan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang kartal dan pecahan setiap saat dan dalam nominal berapapun. 

Adapun perkiraan kebutuhan ULE masyarakat Lampung saat Ramadan hingga Idul Fitri 2021 adalah sebesar Rp2,74 triliun, naik sebesar dua persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp2,68 triliun.

Menurut Kepala BI Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan dalam siaran tertulisnya, menyatakan telah menyiapkan ULE untuk Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah sebesar Rp4,4 triliun. 

Dalam mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat dan imbauan untuk menjaga jarak, BI Provinsi Lampung tidak menyediakan layanan penukaran uang langsung di lokasi keramaian umum.

Kepada RilisidLampung, Kepala Unit Humas Bank Indonesia Pratyaksa Candraditya pada Selasa (27/4/2021) mengatakan, pada tahun ini penukaran uang baru tersedia di 162 bank di Lampung.

“Kami sediakan 162 bank di Lampung, tetapi BI belum ada agenda penukaran uang untuk masyarakat umum,” ungkap Pratyaksa.

Bank-bank itu antara lain Mandiri, Danamon, Panin, Mega Syariah, Bumi Artha, OCBC NISP, HSBC, Bank Index Selindo, Bukopin, BTN, Mayapada, BRI, Maybank, Cimb Niaga, Muamalat, BCA, Permata Bank, BNI, Multiarta Sentosa, Commonwealth, dan lain-lain.

Guna menjaga kelancaran di tengah pandemi, Bank Indonesia menempuh langkah strategis, dengan menghimbau masyarakat menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai atau QRIS (QR Code Indonesian Standard). (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

BI Lampung Sebut Ada 162 Bank Tempat Penukaran Uang Baru

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
27 April 2021 - 14:27 WIB
Bisnis | RILISID
...
Kantor BI Perwakilan Lampung. Foto: Dora

RILISID, Bandarlampung — Pada bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri 1442 Hijriah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Lampung sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat.

Hal itu dilakukan dengan melakukan koordinasi dan mengajak pihak perbankan untuk bersama-sama merencanakan kebutuhan Uang Layak Edar (ULE). Perbankan berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang kartal dan pecahan setiap saat dan dalam nominal berapapun. 

Adapun perkiraan kebutuhan ULE masyarakat Lampung saat Ramadan hingga Idul Fitri 2021 adalah sebesar Rp2,74 triliun, naik sebesar dua persen dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp2,68 triliun.

Menurut Kepala BI Perwakilan Lampung Budiharto Setyawan dalam siaran tertulisnya, menyatakan telah menyiapkan ULE untuk Ramadan dan Idul Fitri 1442 Hijriah sebesar Rp4,4 triliun. 

Dalam mempertimbangkan aspek kesehatan masyarakat dan imbauan untuk menjaga jarak, BI Provinsi Lampung tidak menyediakan layanan penukaran uang langsung di lokasi keramaian umum.

Kepada RilisidLampung, Kepala Unit Humas Bank Indonesia Pratyaksa Candraditya pada Selasa (27/4/2021) mengatakan, pada tahun ini penukaran uang baru tersedia di 162 bank di Lampung.

“Kami sediakan 162 bank di Lampung, tetapi BI belum ada agenda penukaran uang untuk masyarakat umum,” ungkap Pratyaksa.

Bank-bank itu antara lain Mandiri, Danamon, Panin, Mega Syariah, Bumi Artha, OCBC NISP, HSBC, Bank Index Selindo, Bukopin, BTN, Mayapada, BRI, Maybank, Cimb Niaga, Muamalat, BCA, Permata Bank, BNI, Multiarta Sentosa, Commonwealth, dan lain-lain.

Guna menjaga kelancaran di tengah pandemi, Bank Indonesia menempuh langkah strategis, dengan menghimbau masyarakat menggunakan transaksi pembayaran secara non tunai atau QRIS (QR Code Indonesian Standard). (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya