Nasabah Mandiri Diminta segera Ganti Kartu Debit ke Chip
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Nasabah Mandiri Diminta segera Ganti Kartu Debit ke Chip

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
30 Maret 2021 - 21:05 WIB
Bisnis | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Bank Mandiri mengimbau agar nasabah segera mengganti kartu debit dari magnetic stripe ke chip seiring kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan kartu chip 100 persen mulai 1 Januari 2022.

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) BI No.17/52/DKSP tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia.

"Salah satu tujuan konversi kartu debit magnetic stripe ke chip ini adalah untuk meminimalisir tindak kejahatan perbankan dengan modus pencurian data atau skimming," kata Regional CEO Region II Sumatera 2, Lourentius Aris Budiyanto dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Untuk mempercepat proses konversi tersebut, Lourentius menambahkan bahwa Bank Mandiri akan menerapkan kebijakan penonaktifan kartu debit magnetic stripe secara bertahap.

Kebijakan ini, masih kata Lourentius, telah disosialisasikan kepada nasabah sejak awal tahun ini melalui situs resmi dan akun media sosial Mandiri. Juga materi promosi di cabang, informasi di layar ATM, billboard elektronik, informasi blast melalui SMS, dan WhatsApp.

Ia menjelaskan kebijakan penonaktifan kartu debit magnetic stripe akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama mulai 1 April untuk kartu dengan tanggal kadaluarsa (expiry date) 2021-2022, tahap kedua pada 1 Juni untuk kartu 2023-2025, dan tahap ketiga pada 1 Juli untuk kartu 2026 hingga seterusnya.

"Untuk itu, kami mengimbau nasabah yang belum melakukan penggantian kartu ke debit chip agar segera melakukan penggantian kartu sehingga nasabah dapat terus bertransaksi dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Menurut Lourentius, penggantian kartu debit ini dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan tanpa biaya, termasuk meningkatkan ketersediaan kartu debit berchip. Nasabah pun tidak perlu khawatir terkait limit transaksi, biaya kartu dan cara transaksi pada kartu chip karena tidak berbeda dengan kartu magnetic stripe.

"Penggantian kartu chip dapat dilakukan melalui cabang Bank Mandiri terdekat cukup dengan membawa kartu identitas," jelasnya.

Pihaknya berharap dapat memenuhi target BI 100 persen pada akhir 2021.

"Di mana per 28 Februari kemarin, jumlah kartu debit chip Bank Mandiri sudah mencapai 78,3 persen dari target jumlah kartu yang dipersyaratkan chip," tutupnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Nasabah Mandiri Diminta segera Ganti Kartu Debit ke Chip

...
Dora Afrohah
Bandarlampung
30 Maret 2021 - 21:05 WIB
Bisnis | RILISID
...
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Bandarlampung — Bank Mandiri mengimbau agar nasabah segera mengganti kartu debit dari magnetic stripe ke chip seiring kebijakan Bank Indonesia yang mewajibkan penggunaan kartu chip 100 persen mulai 1 Januari 2022.

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) BI No.17/52/DKSP tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debit yang diterbitkan di Indonesia.

"Salah satu tujuan konversi kartu debit magnetic stripe ke chip ini adalah untuk meminimalisir tindak kejahatan perbankan dengan modus pencurian data atau skimming," kata Regional CEO Region II Sumatera 2, Lourentius Aris Budiyanto dalam keterangannya, Selasa (30/3/2021).

Untuk mempercepat proses konversi tersebut, Lourentius menambahkan bahwa Bank Mandiri akan menerapkan kebijakan penonaktifan kartu debit magnetic stripe secara bertahap.

Kebijakan ini, masih kata Lourentius, telah disosialisasikan kepada nasabah sejak awal tahun ini melalui situs resmi dan akun media sosial Mandiri. Juga materi promosi di cabang, informasi di layar ATM, billboard elektronik, informasi blast melalui SMS, dan WhatsApp.

Ia menjelaskan kebijakan penonaktifan kartu debit magnetic stripe akan dilakukan dalam tiga tahap, yaitu tahap pertama mulai 1 April untuk kartu dengan tanggal kadaluarsa (expiry date) 2021-2022, tahap kedua pada 1 Juni untuk kartu 2023-2025, dan tahap ketiga pada 1 Juli untuk kartu 2026 hingga seterusnya.

"Untuk itu, kami mengimbau nasabah yang belum melakukan penggantian kartu ke debit chip agar segera melakukan penggantian kartu sehingga nasabah dapat terus bertransaksi dengan aman dan nyaman," ujarnya.

Menurut Lourentius, penggantian kartu debit ini dapat dilakukan dengan cepat, mudah dan tanpa biaya, termasuk meningkatkan ketersediaan kartu debit berchip. Nasabah pun tidak perlu khawatir terkait limit transaksi, biaya kartu dan cara transaksi pada kartu chip karena tidak berbeda dengan kartu magnetic stripe.

"Penggantian kartu chip dapat dilakukan melalui cabang Bank Mandiri terdekat cukup dengan membawa kartu identitas," jelasnya.

Pihaknya berharap dapat memenuhi target BI 100 persen pada akhir 2021.

"Di mana per 28 Februari kemarin, jumlah kartu debit chip Bank Mandiri sudah mencapai 78,3 persen dari target jumlah kartu yang dipersyaratkan chip," tutupnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya