Nekat Jualan HP di Trotoar Depan Simpur Center, Pedagang: PPKM Itu Pelan-pelan Kita Mati!
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Nekat Jualan HP di Trotoar Depan Simpur Center, Pedagang: PPKM Itu Pelan-pelan Kita Mati!

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
23 Juli 2021 - 14:30 WIB
Bisnis | RILISID
...
Sejumlah sales menawarkan HP di trotoar jalan depan Mal Simpur Center saat masa PPKM Level 4, Jumat (23/7/2021). FOTO: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Bandarlampung berimbas para para pedagang ponsel (HP) dan aksesoris gawai. Karena sepinya pengunjung ke dalam mal, mereka nekat mencoba peruntungan dengan berjualan di trotoar jalan depan Mal Simpur Center, Jumat (23/7/2021).

Upaya itu dilakukan mereka setelah beberapa hari menutup usahanya sejak 12 hingga 20 Juli 2021 lalu.

Apalagi masa PPKM Darurat diperpanjang dan berubah menjadi PPKM Level 4 hingga 25 Juli kedepan, membuat pedagang kebingungan untuk menjual barangnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi dan membayar gaji karyawannya.

Menurut Abung yang merupakan pemilik toko Yan Casing, dirinya mulai berjualan sejak Kamis (22/7/2021) kemarin. Hal itu dilakukannya, setelah sebelumnya mematuhi peraturan pemerintah untuk menutup usahanya sementara.

"Sudah dua hari ini dagang lagi. Sebenarnya sudah sangat miris kondisi kita saat ini. Istilahnya saya sebut PPKM itu 'Pelan Pelan Kita Mati' ini," sindir Abung kepada Rilisiid Lampung, Jumat siang.

" Terus kami harus mengadu kemana kalau sudah begini?," tanya Abung seraya merapikan berbagai jenis aksesoris HP jualannya.

Abung juga mengatakan bahwa omset penjualannya menurun drastis setelah manajemen Mal Simpur Center mengambil kebijakan menutup seluruh aktivitasnya.

"Sekarang coba-coba jualan di luar ini, lumayan. Syukur-syukur dapat Rp50 ribu sehari sudah beruntung banget," kata Abung dengan penuh harap.

Devi juga sependapat dengan Abung. Salah satu sales promotion girl (SPG) HP itu juga mencoba peruntungan dengan berjualan di pinggir jalan, dan menawarkan dagangannya pada sejumlah pengendara yang melewati Jalan Brigjen Katamso, Tanjungkarang Pusat itu.

"Siapa yang mau gaji kami kalau tidak berjualan, apalagi kami ada target penjualan," keluh Devi sambil tetap menawarkan HP pada setiap pengedara motor atau  dan mobil yang melintas.

Berdasarkan pantuan Rilisid Lampung, mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat sudah mulai ramai, meski perbatasan Jalan Kota Raja dan Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Pusat, masih diberlakukan penutupan. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya

Nekat Jualan HP di Trotoar Depan Simpur Center, Pedagang: PPKM Itu Pelan-pelan Kita Mati!

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
23 Juli 2021 - 14:30 WIB
Bisnis | RILISID
...
Sejumlah sales menawarkan HP di trotoar jalan depan Mal Simpur Center saat masa PPKM Level 4, Jumat (23/7/2021). FOTO: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Bandarlampung berimbas para para pedagang ponsel (HP) dan aksesoris gawai. Karena sepinya pengunjung ke dalam mal, mereka nekat mencoba peruntungan dengan berjualan di trotoar jalan depan Mal Simpur Center, Jumat (23/7/2021).

Upaya itu dilakukan mereka setelah beberapa hari menutup usahanya sejak 12 hingga 20 Juli 2021 lalu.

Apalagi masa PPKM Darurat diperpanjang dan berubah menjadi PPKM Level 4 hingga 25 Juli kedepan, membuat pedagang kebingungan untuk menjual barangnya demi memenuhi kebutuhan ekonomi dan membayar gaji karyawannya.

Menurut Abung yang merupakan pemilik toko Yan Casing, dirinya mulai berjualan sejak Kamis (22/7/2021) kemarin. Hal itu dilakukannya, setelah sebelumnya mematuhi peraturan pemerintah untuk menutup usahanya sementara.

"Sudah dua hari ini dagang lagi. Sebenarnya sudah sangat miris kondisi kita saat ini. Istilahnya saya sebut PPKM itu 'Pelan Pelan Kita Mati' ini," sindir Abung kepada Rilisiid Lampung, Jumat siang.

" Terus kami harus mengadu kemana kalau sudah begini?," tanya Abung seraya merapikan berbagai jenis aksesoris HP jualannya.

Abung juga mengatakan bahwa omset penjualannya menurun drastis setelah manajemen Mal Simpur Center mengambil kebijakan menutup seluruh aktivitasnya.

"Sekarang coba-coba jualan di luar ini, lumayan. Syukur-syukur dapat Rp50 ribu sehari sudah beruntung banget," kata Abung dengan penuh harap.

Devi juga sependapat dengan Abung. Salah satu sales promotion girl (SPG) HP itu juga mencoba peruntungan dengan berjualan di pinggir jalan, dan menawarkan dagangannya pada sejumlah pengendara yang melewati Jalan Brigjen Katamso, Tanjungkarang Pusat itu.

"Siapa yang mau gaji kami kalau tidak berjualan, apalagi kami ada target penjualan," keluh Devi sambil tetap menawarkan HP pada setiap pengedara motor atau  dan mobil yang melintas.

Berdasarkan pantuan Rilisid Lampung, mobilitas kendaraan roda dua maupun roda empat sudah mulai ramai, meski perbatasan Jalan Kota Raja dan Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Pusat, masih diberlakukan penutupan. (*)

Editor : Andry Kurniawan

TAG:

Berita Lainnya