Universitas Saburai Gelar Pelatihan Manajemen Usaha Obat Herbal
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Universitas Saburai Gelar Pelatihan Manajemen Usaha Obat Herbal

Pesisir Barat
2 September 2021 - 11:08 WIB
Bisnis | RILISID
...
KSU Munyai Mekhawan mengikuti pelatihan pembuatan rempah obat herbal. Foto: Humas Universitas Saburai

RILISID, Pesisir Barat — Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) bersama Konsorsium Bestari dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan pelatihan manajemen usaha pembuatan obat herbal.

Kegiatan ini berlangsung pada 1-2 September 2021 di Balai Pekon Labuhanmandi Kecamatan Waykrui Kabupaten Pesisir Barat.

Comitte Organizer Konsorsium Bestari, Novita SP, menyatakan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ekonomi dengan berbasis potensi lokal.

Objek kegiatan adalah seluruh anggota Kelompok Simpan Usaha (KSU) Munyai Mekhawan yang terdiri dari 34 ibu-ibu penduduk Pekon Labuhanmandi.

Peratin Pekon Labuhanmandi, Husni Thamrin, dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan ini. Sebab, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain itu, pembuatan herbal ini juga akan meningkatkan taraf kesehatan penduduk di daerah yang ia pimpin.

Ia karenanya tetap mengharapkan pendampingan dari Konsorsium Bestari dan juga pemateri dari Universitas Saburai dan Polinela.

Dalam pelatihan, dua pemateri memberikan bahan yang berkaitan dengan manajemen usaha pembuatan obat herbal dari hulu ke hilir.

Pemateri pertama Dwi Eva Nirmagustina SP MSi Phd yang merupakan pengajar teknologi pangan Polinela, memberikan materi tentang pengenalan tanaman herbal.

Di samping itu, bahan bahan aktif yang terdapat dalam tanaman herbal, serta beberapa resep jamu empiris dan jamu sciencetific serta manfaatnya bagi kesehatan.

Sedangkan pemateri kedua, Septa Riadi STP MM MSi, dosen pada prodi manajemen Universitas Saburai memberikan materi berkaitan dengan aspek pemasaran dan perizinan.

Di antaranya tentang bauran pemasaran (marketing mix), teknik pengemasan dan pemberian label, perizinan untuk industri rumah tangga, dan juga perizinan halal MUI.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan obat herbal dari bahan-bahan yang ada di sekitar rumah hingga pengemasan dan pelabelan.

Wakil Ketua KSU, Fitriati, menyatakan kegiatan ini sangat berguna karena dapat memanfaatkan potensi lokal di sekitar rumah untuk digunakan menjadi obat herbal.

"Seperti meniran, sebelumnya kami menganggap hanya rumput. Ternyata memiliki khasiat yang baik bagi banyak penyakit,” tuturnya.

Harapan Fitri ke depannya kegiatan pendamping seperti ini rutin dilakukan dan dapat dilanjutkan dengan mencari pangsa pasar yang baik. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Universitas Saburai Gelar Pelatihan Manajemen Usaha Obat Herbal

...
[email protected]
Pesisir Barat
2 September 2021 - 11:08 WIB
Bisnis | RILISID
...
KSU Munyai Mekhawan mengikuti pelatihan pembuatan rempah obat herbal. Foto: Humas Universitas Saburai

RILISID, Pesisir Barat — Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) bersama Konsorsium Bestari dan Politeknik Negeri Lampung (Polinela) mengadakan pelatihan manajemen usaha pembuatan obat herbal.

Kegiatan ini berlangsung pada 1-2 September 2021 di Balai Pekon Labuhanmandi Kecamatan Waykrui Kabupaten Pesisir Barat.

Comitte Organizer Konsorsium Bestari, Novita SP, menyatakan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan ekonomi dengan berbasis potensi lokal.

Objek kegiatan adalah seluruh anggota Kelompok Simpan Usaha (KSU) Munyai Mekhawan yang terdiri dari 34 ibu-ibu penduduk Pekon Labuhanmandi.

Peratin Pekon Labuhanmandi, Husni Thamrin, dalam sambutannya sangat mendukung kegiatan ini. Sebab, dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Selain itu, pembuatan herbal ini juga akan meningkatkan taraf kesehatan penduduk di daerah yang ia pimpin.

Ia karenanya tetap mengharapkan pendampingan dari Konsorsium Bestari dan juga pemateri dari Universitas Saburai dan Polinela.

Dalam pelatihan, dua pemateri memberikan bahan yang berkaitan dengan manajemen usaha pembuatan obat herbal dari hulu ke hilir.

Pemateri pertama Dwi Eva Nirmagustina SP MSi Phd yang merupakan pengajar teknologi pangan Polinela, memberikan materi tentang pengenalan tanaman herbal.

Di samping itu, bahan bahan aktif yang terdapat dalam tanaman herbal, serta beberapa resep jamu empiris dan jamu sciencetific serta manfaatnya bagi kesehatan.

Sedangkan pemateri kedua, Septa Riadi STP MM MSi, dosen pada prodi manajemen Universitas Saburai memberikan materi berkaitan dengan aspek pemasaran dan perizinan.

Di antaranya tentang bauran pemasaran (marketing mix), teknik pengemasan dan pemberian label, perizinan untuk industri rumah tangga, dan juga perizinan halal MUI.

Kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan obat herbal dari bahan-bahan yang ada di sekitar rumah hingga pengemasan dan pelabelan.

Wakil Ketua KSU, Fitriati, menyatakan kegiatan ini sangat berguna karena dapat memanfaatkan potensi lokal di sekitar rumah untuk digunakan menjadi obat herbal.

"Seperti meniran, sebelumnya kami menganggap hanya rumput. Ternyata memiliki khasiat yang baik bagi banyak penyakit,” tuturnya.

Harapan Fitri ke depannya kegiatan pendamping seperti ini rutin dilakukan dan dapat dilanjutkan dengan mencari pangsa pasar yang baik. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya