Arinal Sebut Produktivitas Padi Lampung Kalahkan Pulau Jawa
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Arinal Sebut Produktivitas Padi Lampung Kalahkan Pulau Jawa

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
24 November 2021 - 17:26 WIB
Breaking News | RILISID
...
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 57 mitra strategis, termasuk gubernur, sekprov, dan BPKAD.

Gubernur Arinal Djunaidi menerima penghargaan atas kerjasamanya dalam akselerasi elektronifikasi melalui pembentukan 16 TP2DD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sementara, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung, Fahrizal Darminto, atas kerjasamanya dalam perluasan implementasi QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Lampung. Sehingga, dinobatkan sebagai Duta QRIS dan elektronifikasi.

Adapun Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung menerima apresiasi sebagai OPD terkooperatif dalam penyediaan data dan informasi untuk penyusunan asesmen dan pelaksanaan advisory kebijakan ekonomi dan keuangan daerah.

Penghargaan diberikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 bersama Presiden RI Joko Widodo dengan tema 'Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi', di Ruang Auditorium Lt.4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (24/11/2021).

Menurut Arinal, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kondisi perekonomian nasional, khususnya Provinsi Lampung saat ini terus bergerak ke arah yang positif, seiring tren perbaikan dalam pengendalian Covid-19.

Tentunya, terus dia, hal ini tidak dapat dikerjakan sendiri. Tetapi membutuhkan sinergi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota, Forkopimda, Perguruan Tinggi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. 

Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan III tahun 2021 telah menunjukkan arah pemulihan. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Lampung yang mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan III 2021 (y-o-y) mengalami pertumbuhan 3,05 persen dengan tingkat inflasi yang terjaga pada angka 0,10 persen (m-t-m) di Oktober 2021.

"Ekonomi Lampung adalah yang tertinggi di Sumatera. Kemudian kita juga sudah meningkatkan (produktivitas) padi, tertinggi di tingkat nasional. Ini mengalahkan sentra-sentra penghasil padi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah. Mudah-mudahan di tahun mendatang bisa meningkatkan lagi sampai 3 juta ton per tahun," ucap Arinal.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Budiharto Setyawan, menyampaikan beberapa rekomendasi guna menyinergikan kebijakan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung di tahun 2022.

Di antaranya melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi, sinergi kebijakan fiskal dan moneter, kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendorong hambatan dalam produksi dan regulasi.

Juga mendorong perluasan penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal alat pembayaran dalam perdagangan ril, pasar tradisional, kegiatan sosial keagamaan, kesehatan, dan transportasi.

Selain itu, mendukung penguatan iklim investasi dan perluasan pembukaan aktivitas pariwisata yang aman, penyusunan peta jalan pengendalian TPID 2022-2024, penguatan ekonomi syariah, dan mendorong pengembangan UMKM. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Arinal Sebut Produktivitas Padi Lampung Kalahkan Pulau Jawa

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
24 November 2021 - 17:26 WIB
Breaking News | RILISID
...
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung. Foto: Istimewa

RILISID, Bandarlampung — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung memberikan penghargaan dan apresiasi kepada 57 mitra strategis, termasuk gubernur, sekprov, dan BPKAD.

Gubernur Arinal Djunaidi menerima penghargaan atas kerjasamanya dalam akselerasi elektronifikasi melalui pembentukan 16 TP2DD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Sementara, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung, Fahrizal Darminto, atas kerjasamanya dalam perluasan implementasi QRIS dan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Provinsi Lampung. Sehingga, dinobatkan sebagai Duta QRIS dan elektronifikasi.

Adapun Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Lampung menerima apresiasi sebagai OPD terkooperatif dalam penyediaan data dan informasi untuk penyusunan asesmen dan pelaksanaan advisory kebijakan ekonomi dan keuangan daerah.

Penghargaan diberikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 bersama Presiden RI Joko Widodo dengan tema 'Bangkit dan Optimis: Sinergi dan Inovasi Untuk Pemulihan Ekonomi', di Ruang Auditorium Lt.4 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Rabu (24/11/2021).

Menurut Arinal, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Kondisi perekonomian nasional, khususnya Provinsi Lampung saat ini terus bergerak ke arah yang positif, seiring tren perbaikan dalam pengendalian Covid-19.

Tentunya, terus dia, hal ini tidak dapat dikerjakan sendiri. Tetapi membutuhkan sinergi dan koordinasi yang baik dengan Pemerintah Pusat, Pemerintah Kabupaten/Kota, Forkopimda, Perguruan Tinggi, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat. 

Perekonomian Provinsi Lampung pada triwulan III tahun 2021 telah menunjukkan arah pemulihan. Hal tersebut dapat dilihat dari perkembangan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Lampung yang mencatat pertumbuhan ekonomi Lampung triwulan III 2021 (y-o-y) mengalami pertumbuhan 3,05 persen dengan tingkat inflasi yang terjaga pada angka 0,10 persen (m-t-m) di Oktober 2021.

"Ekonomi Lampung adalah yang tertinggi di Sumatera. Kemudian kita juga sudah meningkatkan (produktivitas) padi, tertinggi di tingkat nasional. Ini mengalahkan sentra-sentra penghasil padi seperti Jawa Timur, Jawa Tengah. Mudah-mudahan di tahun mendatang bisa meningkatkan lagi sampai 3 juta ton per tahun," ucap Arinal.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Lampung, Budiharto Setyawan, menyampaikan beberapa rekomendasi guna menyinergikan kebijakan dan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Lampung di tahun 2022.

Di antaranya melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi, sinergi kebijakan fiskal dan moneter, kerjasama dengan berbagai pihak untuk mendorong hambatan dalam produksi dan regulasi.

Juga mendorong perluasan penggunaan QRIS sebagai salah satu kanal alat pembayaran dalam perdagangan ril, pasar tradisional, kegiatan sosial keagamaan, kesehatan, dan transportasi.

Selain itu, mendukung penguatan iklim investasi dan perluasan pembukaan aktivitas pariwisata yang aman, penyusunan peta jalan pengendalian TPID 2022-2024, penguatan ekonomi syariah, dan mendorong pengembangan UMKM. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya