Program Pembelajaran Kolaboratif, Dosen IIB Darmajaya Beri Pelatihan Pengembangan Desa Wisata
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Program Pembelajaran Kolaboratif, Dosen IIB Darmajaya Beri Pelatihan Pengembangan Desa Wisata

Bandarlampung
24 Desember 2021 - 17:57 WIB
Breaking News | RILISID
...
Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) memberikan Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Edukasi Internet Marketing. Foto: Humas IIB Darmajaya

RILISID, Bandarlampung — Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) memberikan Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Edukasi Internet Marketing dengan Community Based Tourism, yang digelar selama empat hari sejak Kamis (16/12/2021) sampai Minggu (19/12/2021), di Balai Desa Caringin Asri, Pesawaran. 

Dosen tersebut adalah M. Ariza Eka Y, S.P., M.M., dosen Kewirausahaan dan Pemasaran Kepariwisataan di Jurusan Manajemen yang juga Ketua Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Selain itu, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., dosen dan Kaprodi Pascasarjana Magister Teknik Informatika, serta Anggota Susanti, S.E., M.M., dosen Jurusan Manejemen.

“Kegiatan ini dalam rangka Program Pembelajaran Kolaboratif Berorientasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2021. Selain saya sendiri, kami juga menghadirkan tiga pembicara dalam kegiatan ini,” M. Ariza Eka Y, S.P., M.M., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/12/2021).

Ariza juga menjelaskan ketiga pembicara itu adalah Aliya Taurusiana, S.E., M.M. (Assesor Bidang Pemandu dan Trul Konsultan yang juga ASN Dispar Provinsi Lampung) yang menyampaikan materi Pembuatan Paket Paket Wisata. Kemudian, Hidayatulloh, S.E., M.Si., M.Kom dengan materi Tot Digital Marketing. 

Ariza sendiri menyampaikan materi Pengembangan Desa Wisata pada kegiatan yang digelar Kamis (16/12/2021) dan materi Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Ekonomi Kreatif yang kami gelar pada Sabtu (18/12/2021). 

“Jumah peserta 25 pemuda dan pemudi Dari Desa Ceringin Asri, Desa Gunung Rejo, dan Desa Harapan Jaya dan dibuka oleh Gino Sadjat (Kasi Pemerintahan Desa Ceringin Asri),” kata Ariza.

Dia juga menjelaskan kegiatan itu didanai oleh Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Sementara, pemateri Aliya Taurusiana, S.E., M.M mengatakan desa wisata adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan serta daya tarik wisata yang khas. Yaitu, merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.

“Desa wisata muncul karena punya potensi dapat layak di jual oleh masyarakat kepada wisatawan,” kata dia.

Aliya juga menjelaskan sektor kepariwisataan tumbuh menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan yang cepat dan menjadi lokomotif untuk penerimaan devisa negara, pengembangan usaha, pembangunan infrastruktur serta penyerapan tenaga kerja.

“Selama di desa wisata diharapkan wisatawan merasakan adanya perubahan kehidupan. Misalnya penyambutan dan pelayanan dari masyarakat desa dan bisa melihat potensi desa yang dikunjunginya,” kata dia.

Namun, lanjut Aliya, syarat menjadi desa wisata adalah lingkungan alam pedesaan yang asli.

"Penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli, penerimaan penduduk desa terhadap kehadiran wisatawan dan pengembangan pariwisata, komitmen masyarakat yang kuat, dan memiliki organisasi pengelolaan desa wisata,” kata dia.

Sedangkan pembicara Hidayatullah, S.E.,Msi.,M. Kom.,Ak.,CA.,CPA.,CIISA.,CDMP., yang juga Founder Bina UMKM Indonesia dan dosen FEB IIB Darmajaya menyampaikan materi Tot Digital Marketing yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan desa wisata. Salah satunya adalah digital marketing wisata melalui web site. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya

Program Pembelajaran Kolaboratif, Dosen IIB Darmajaya Beri Pelatihan Pengembangan Desa Wisata

...
[email protected]
Bandarlampung
24 Desember 2021 - 17:57 WIB
Breaking News | RILISID
...
Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) memberikan Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Edukasi Internet Marketing. Foto: Humas IIB Darmajaya

RILISID, Bandarlampung — Dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) memberikan Pelatihan Pengembangan Desa Wisata Edukasi Internet Marketing dengan Community Based Tourism, yang digelar selama empat hari sejak Kamis (16/12/2021) sampai Minggu (19/12/2021), di Balai Desa Caringin Asri, Pesawaran. 

Dosen tersebut adalah M. Ariza Eka Y, S.P., M.M., dosen Kewirausahaan dan Pemasaran Kepariwisataan di Jurusan Manajemen yang juga Ketua Program Studi (Prodi) Bisnis Digital. Selain itu, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., dosen dan Kaprodi Pascasarjana Magister Teknik Informatika, serta Anggota Susanti, S.E., M.M., dosen Jurusan Manejemen.

“Kegiatan ini dalam rangka Program Pembelajaran Kolaboratif Berorientasi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Tahun 2021. Selain saya sendiri, kami juga menghadirkan tiga pembicara dalam kegiatan ini,” M. Ariza Eka Y, S.P., M.M., saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (22/12/2021).

Ariza juga menjelaskan ketiga pembicara itu adalah Aliya Taurusiana, S.E., M.M. (Assesor Bidang Pemandu dan Trul Konsultan yang juga ASN Dispar Provinsi Lampung) yang menyampaikan materi Pembuatan Paket Paket Wisata. Kemudian, Hidayatulloh, S.E., M.Si., M.Kom dengan materi Tot Digital Marketing. 

Ariza sendiri menyampaikan materi Pengembangan Desa Wisata pada kegiatan yang digelar Kamis (16/12/2021) dan materi Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Ekonomi Kreatif yang kami gelar pada Sabtu (18/12/2021). 

“Jumah peserta 25 pemuda dan pemudi Dari Desa Ceringin Asri, Desa Gunung Rejo, dan Desa Harapan Jaya dan dibuka oleh Gino Sadjat (Kasi Pemerintahan Desa Ceringin Asri),” kata Ariza.

Dia juga menjelaskan kegiatan itu didanai oleh Program Penelitian Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Pengabdian Masyarakat Berbasis Hasil Penelitian dan Purwarupa PTS Ditjen Diktiristek Tahun Anggaran 2021.

Sementara, pemateri Aliya Taurusiana, S.E., M.M mengatakan desa wisata adalah wilayah administratif desa yang memiliki potensi dan keunikan serta daya tarik wisata yang khas. Yaitu, merasakan pengalaman keunikan kehidupan dan tradisi masyarakat di perdesaan dengan segala potensinya.

“Desa wisata muncul karena punya potensi dapat layak di jual oleh masyarakat kepada wisatawan,” kata dia.

Aliya juga menjelaskan sektor kepariwisataan tumbuh menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan yang cepat dan menjadi lokomotif untuk penerimaan devisa negara, pengembangan usaha, pembangunan infrastruktur serta penyerapan tenaga kerja.

“Selama di desa wisata diharapkan wisatawan merasakan adanya perubahan kehidupan. Misalnya penyambutan dan pelayanan dari masyarakat desa dan bisa melihat potensi desa yang dikunjunginya,” kata dia.

Namun, lanjut Aliya, syarat menjadi desa wisata adalah lingkungan alam pedesaan yang asli.

"Penduduknya masih memiliki tradisi dan budaya yang relatif masih asli, penerimaan penduduk desa terhadap kehadiran wisatawan dan pengembangan pariwisata, komitmen masyarakat yang kuat, dan memiliki organisasi pengelolaan desa wisata,” kata dia.

Sedangkan pembicara Hidayatullah, S.E.,Msi.,M. Kom.,Ak.,CA.,CPA.,CIISA.,CDMP., yang juga Founder Bina UMKM Indonesia dan dosen FEB IIB Darmajaya menyampaikan materi Tot Digital Marketing yang sangat dibutuhkan dalam pengembangan desa wisata. Salah satunya adalah digital marketing wisata melalui web site. (*)

Editor : RILIS.ID

TAG:

Berita Lainnya