Rebut Kursi Ketum PBNU, Gus Yahya Klaim Kantongi 469 Suara
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Rebut Kursi Ketum PBNU, Gus Yahya Klaim Kantongi 469 Suara

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
21 Desember 2021 - 17:33 WIB
Breaking News | RILISID
...
Calon Ketua PBNU Kh Yahya Cholil Staquf saat ngopi bareng di Novotel, Foto: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Calon Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya mengklaim telah mengantongi dukungan sekitar 469 suara dari total 519 suara di Muktamar ke-34 NU.

"Jika ada waktu teman-teman media bisa kami berikan buktinya satu-satu orangnya," ujar Gus Yahya saat Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021).

Ia menegaskan dukungan tersebut berasal dari akar rumput (grass root) yang menginginkannya maju sebagai pemimpin perubahan PBNU.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengibaratkan pencalonannya melamar sebuah pekerjaan. Karenanya, ia tidak membentuk tim pemenangan.

"Tapi niat saya ini bukan untuk mendukung partai politik dan lainnya," katanya.

"Kalau saya disuruh menjadi ketua umum NU supaya bisa menjadi calon presiden, wakil presiden, saya tidak mau. Apalagi menteri dan komisaris. Saya nyalon ketua umum ini untuk pekerjaan yang di positif untuk umat Islam di Indonesia," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Gus Yahya juga menyinggung sosok almarhum Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur.

Sampai saat ini, kata dia, tidak ada yang bisa menggantikan peran Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang paling relevan dan masih dibutuhkan bangsa.

"Kita semua masih butuh Gus Dur, bahkan 100 tahun ke depan masih relevan," ucapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya

Rebut Kursi Ketum PBNU, Gus Yahya Klaim Kantongi 469 Suara

...
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
21 Desember 2021 - 17:33 WIB
Breaking News | RILISID
...
Calon Ketua PBNU Kh Yahya Cholil Staquf saat ngopi bareng di Novotel, Foto: Dwi DS

RILISID, Bandarlampung — Calon Ketua PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya mengklaim telah mengantongi dukungan sekitar 469 suara dari total 519 suara di Muktamar ke-34 NU.

"Jika ada waktu teman-teman media bisa kami berikan buktinya satu-satu orangnya," ujar Gus Yahya saat Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021).

Ia menegaskan dukungan tersebut berasal dari akar rumput (grass root) yang menginginkannya maju sebagai pemimpin perubahan PBNU.

Lebih lanjut, Gus Yahya mengibaratkan pencalonannya melamar sebuah pekerjaan. Karenanya, ia tidak membentuk tim pemenangan.

"Tapi niat saya ini bukan untuk mendukung partai politik dan lainnya," katanya.

"Kalau saya disuruh menjadi ketua umum NU supaya bisa menjadi calon presiden, wakil presiden, saya tidak mau. Apalagi menteri dan komisaris. Saya nyalon ketua umum ini untuk pekerjaan yang di positif untuk umat Islam di Indonesia," sambungnya.

Pada kesempatan itu, Gus Yahya juga menyinggung sosok almarhum Presiden ke-4 RI KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur.

Sampai saat ini, kata dia, tidak ada yang bisa menggantikan peran Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang paling relevan dan masih dibutuhkan bangsa.

"Kita semua masih butuh Gus Dur, bahkan 100 tahun ke depan masih relevan," ucapnya. (*)

Editor : Segan Simanjuntak

TAG:

Berita Lainnya