Corona Merebak Lagi, Tatap Muka di SD dan SMP Mesuji Ditunda
Juan Situmeang
Jumat | 11/09/2020 14.22 WIB
Corona Merebak Lagi, Tatap Muka di SD dan SMP Mesuji Ditunda

RILIS.ID, Mesuji – Dinas Pendidikan (Disdik) Mesuji menunda kembali pembelajaran tatap muka di SD akibat empat di kabupaten ini terkonfirmasi positif Covid-19.

Penundaan belajar tatap muka dilakukan dalam dua sampai tiga hari ke depan. Jika ada lagi yang tertular Covid-19, maka proses itu akan dihentikan.

”Kalau laporan penularan Covid-19 menurun akan kita jalankan pembelajaran tatap muka (luring).  Tapi jika sebaliknya, semua pembelajaran kembali daring,” ujar Plt Kepala Dinas Pendidikan setempat, Nawawi Madni, Jumat (11/9/2020).

Ia menjelaskan Disdik sebelumnya sudah mengizinkan SD dan SMP belajar tatap muka mulai 14 September 2020. Hal ini atas pertimbangan tidak ada kasus Covid-19 dan Mesuji dinyatakan zona hijau.

Namun dengan penambahan kasus kali ini, pihaknya mempertimbangkan kembali keputusan itu dengan Gugus Tugas Covid-19 Mesuji.

Sedangkan khusus sekolah-sekolah yang dekat dengan alamat empat pasien Covid-19 dipastikan ditutup sementara.

”Ya, ditutup. Belajar Daring. Sampai ada pemberitahuan selanjutnya. Sedangkan untuk tingkat SMA, karena kewenangan provinsi, kita sudah surati agar belajar daring khusus di wilayah yang dekat alamat pasien,” ujar Nawawi.

Ia meminta warga atau orang tua murid berperan aktif memberi informasi sekecil apapun terkait perkembangan Covid-19 kepada gugus tugas.

Hal itu untuk deteksi dini agar ada tindakan cepat dari gugus tugas. Termasuk untuk menghentikan kegiatan belajar tatap muka di sekolah.

Seno, salah satu orang tua murid SD di Kecamatan Simpangpematang, juga mengaku khawatir dengan kondisi empat orang yang terkena Covid-19.

“Kami sebelumnya setuju dengan belajar tatap muka. Tapi dengan kondisi saat ini, kalau bisa dipertimbangkan kembali supaya jangan tatap muka dulu. Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” harapnya.

Agus, wali murid lainnya juga menyampaikan hal sama. Ia mengatakan jika murid SD harus lebih ketat dalam pengawasan protokol kesehatannya.

”Karena mereka kan masih kecil. Belum mengerti benar. Jadi, untuk protokol kesehatan harus dalam pengawasan. Tidak bisa dibiarkan begitu saja sendiri, namanya anak-anak, disuruh pakai masker, tahu-tahu sudah dilepas, dibilang tidak enak lah,” ujarnya. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID