DKP Lampung Persilakan Penyelundup Benur Lobster Ditindak!
Dwi Des Saputra
Jumat | 06/11/2020 14.24 WIB
DKP Lampung Persilakan Penyelundup Benur Lobster Ditindak!
Kepala DKP Lampung Febrizal Levi Sukmana. FOTO: DOK RILISLAMPUNG

RILIS.ID, Bandarlampung – Maraknya penyelundupan benur lobster dan lobster di sejumlah wilayah Lampung belum berhasil diungkap oleh pemerintah dan aparat penegak hukum.

Baca: Lapor Pak, Ada Penyelundupan Benur Lobster di Pesisir Barat!

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Lampung selaku leading sector yang berwenang menangani persoalan tersebut hanya sekadar mengeluarkan imbauan. Belum ada langkah-langkah konkret yang dilakukan DKP.

Kepala DKP Lampung Febrizal Levi Sukmana hanya mempersilakan untuk melakukan investigasi dan penindakan sesuai peraturan yang berlaku.

"Tanggapan terhadap penyelendupan benur lobster dan lobster? Silakan dilakukan investigasi dan penindakan sesuai aturan yang berlaku, terutama Permen KP No. 12 Tahun 2020," ujar Levi ketika dihubungi melalui pesan berbasis aplikasi WhatsApp miliknya, Kamis (5/11/2020).

Namun, Levi tidak menjelaskan secara gamblang terkait langkah satuan kerjanya untuk mengungkap aksi penyelendupan benih lobster dan lobster tersebut.

Padahal, ia mengaku sudah banyak mendapatkan informasi tersebut melalui pemberitaan media massa.

"Saya juga sudah dapat berita-berita sejenis dari media lainnya," ucap Levi.

Levi mengklaim bahwa DKP berusaha menerapkan pelaksanaan peraturan yang berlaku, termasuk Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen KP) No. 12 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus Spp.), Kepiting (Scylla Spp.), dan Rajungan (Portunus Spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia yang ditandatangani pada 4 Mei 2020.

Diberitakan sebelumnya, penyelundupan benur lobster dan lobster terjadi di sekitar pantai barat Lampung. Penyelundupan benur tersebut berasal dari Bengkulu, Pesibar, Tanggamus, dan Lampung Selatan.

Benur lobster itu dikirim secara estafet dari Bengkulu. Kemudian dikumpulkan bersama benur dari Krui dan Bengkunat, Pesibar. Selanjutnya, diambil dari Kotaagung, Tanggamus lalu dibawa ke luar Lampung melalui Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

”Penyelundupan terjadi hampir tiap hari, namun hingga kini belum pernah ditangkap. Setiap hari puluhan ribu benur lobster ke luar. Katanya sudah bebas dan tak perlu izin. Benur-benur itu diambil nelayan dari laut sekitar sini,” ujar Heri, warga Bengkunat pada Senin (26/10/2020) lalu.

Biasanya, benur dan lobster ilegal itu dibawa menggunakan pikup Mitsubishi L300 dari Krui sekitar pukul 16.00 WIB. Ditargetkan, benur itu sampai di Pelabuhan Bakauheni tengah malam. Tujuannya agar dapat mengelabui petugas karantina.

”Di Pelabuhan Bakauheni biasanya hanya diperiksa sebentar oleh petugas karantina. Untuk pengiriman ke Bengkulu memakai mobil dan pengiriman ke Jakarta menggunakan L300,” katanya.

Modusnya, benur dan lobster ilegal itu diselipkan dalam bak air di mobil pengangkut. Lobster diletakkan paling atas, sedangkan benuh ditaruh paling bawah sehingga tidak terdeteksi. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID