Demo Berujung Bentrok, Massa HMI dan Pegawai BBWSMS Baku Hantam

Rabu | 20/02/2019 22.07 WIB
Demo Berujung Bentrok, Massa HMI dan Pegawai BBWSMS Baku Hantam
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID/ Anto RX

RILIS.ID, Bandarlampung – Aksi unjuk rasa di Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung (BBWSMS) Lampung berujung bentrok, Rabu (20/2/2019).

Bentrokan terjadi antara massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bandarlampung dengan pegawai BBWSMS Lampung.

Kepala Bidang (Kabid) Operasional BBWSMS Lampung Reza Pahlevi yang mengaku sedang dinas luar di Kabupaten Lampung Utara, mengatakan bentrok terjadi karena ada insiden perusakan kantor oleh massa.

“Ya wajar saja ada pemukulan terhadap anggota HMI kalau mereka berbuat anarkis seperti itu,” katanya ketika dikonfirmasi Rilislampung.id, Rabu (20/2/2019).

Reza menegaskan bahwa sejumlah pegawai dan sekuriti BBWSMS Lampung melakukan tindakan pemukulan karena aksi massa sudah anarkis.

“Terjadinya pemukulan adalah salah satu perlindungan kita. Masa iya rumah kita dihancurkan seperti itu diam saja. Kan tidak mungkin, artinya petugas kita membela diri,” ujarnya.

Menurut dia, pimpinan BBWSMS akan membahas terkait bentrokan tersebut pada esok hari, Kamis (21/2/2019).

"Informasi ini didapatkan dari pegawai kami," tuturnya.

Akibat peristiwa tersebut, salah seorang pegawai BBWSMS Lampung bernama Rasdam harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSUDAM) untuk mendapat perawatan intensif.

“(Rasdam) Beliau mengalami luka di kepala akibat pukulan benda tumpul,” tambah Yusen, salah seorang pegawai BBWSMS.

Sementara Ketua Umum HMI Cabang Bandarlampung Husni Mubarak bakal melaporkan peristiwa pemukulan terhadap kadernya ke aparat kepolisian.

“Kita sudah balik ke sekretariat, dan kami inventarisir, banyak kader kita yang dipukuli, kita segera visum, dan laporkan ke aparat," katanya.

Dia tak menampik jika ada pihak dari BBWSMS yang mengalami luka di kepala. Sebab, menurutnya, saat itu memang terjadi aksi baku hantam.

"Tadi kan sudah dilerai, dari samping ada yang keluar , terus dari depan juga, kita kan posisinya di tengah, jadi kita dikepung," ujarnya.

Husni menyatakan bahwa HMI melakukan aksi karena untuk meminta kepada pihak berwenang, seperti Kejati, BPN Lampung dan BBWSMS, untuk bertindak tegas dalam berbagai  masalah pembebasan ganti rugi lahan yang carut marut di Way Bekarang Desa Sumberrejo Kecamatan Waway Karya Kabupaten Lampung Timur.

Bahkan kasus tersebut sudah ada tersangka penyalahgunaan wewenang dan pemalsuan surat. Namun, pihaknya menilai penanganan kasus sangat lambat.

"Jangan sampai ada upaya dari pihak BBWS, dan juga ada pembiaran dari pihak aparat," pungkas Husni. (*)

Editor Segan Simanjuntak


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID