Duh, Tubaba Hilang Pendapatan Rp145 Miliar
Joni Efriadi
Rabu | 26/08/2020 21.01 WIB
Duh, Tubaba Hilang Pendapatan Rp145 Miliar
Penandatanganan MoU KUA-PPAS APBD 2020 antara Pemkab dengan DPRD Tulangbawang Barat, Rabu (26/8/2020). FOTO: HUMAS PEMKAB TUBABA

RILIS.ID, Tulangbawang Barat – Pemkab Tulangbawang Barat (Pemkab Tubaba) mengencangkan ikat pinggang di masa pandemi ini. Hal itu terlihat dari postur APBD-Perubahan (APBD-P) 2020.

Terjadi pengurangan cukup signifikan pada belanja dan pembiayaan daerah. Pun terlihat anjloknya dana perimbangan dan lain-lain pendapatan.

Meski begitu, pendapatan asli daerah (PAD) naik sedikit dari penambahan pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan serta rasionalisasi lain-lain PAD yang sah.

Semua ini diketahui dari kesepakatan KUA-PPAS APBD 2020 yang diwujudkan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Rabu (26/8/2020).

Bupati Tubaba Umar Ahmad dan Ketua DPRD Ponco Nugroho langsung yang menandatangani MoU mewakili eksekutif dan legislatif. Kesepakatan sekaligus menjadi dasar pengajuan rancangan Perda APBD-Perubahan 2020.

Dalam pengantar nota KUA-PPAS APBD 2020, Umar merincikan PAD di APBD-P ditargetkan Rp39,85 miliar lebih atau naik Rp2,7 miliar dibanding APBD 2020 sebesar Rp37 miliar lebih.

Untuk dana perimbangan pada APBD-P berkurang sebesar Rp114 miliar, di mana sebelum perubahan Rp742 miliar, menjadi Rp627,96 miliar setelah perubahan.

”Pengurangan dana perimbangan ini merupakan pengurangan dari bagi hasil pajak/bukan pajak,” jelas Umar. 

Sementara, lain-lain pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp209 miliar. Atau, berkurang Rp33,758 miliar menjadi Rp175 miliar setelah perubahan.

Dengan demikian secara keseluruhan pendapatan daerah Tubaba Rp843 miliar alias berkurang Rp145 miliar dari sebelum perubahan yakni Rp988 miliar.

Atas berkurangnya pendapatan ini, maka dilakukan penataan belanja daerah sebesar Rp121,788 miliar. Nilai ini menurun 11,33 persen dari belanja daerah sebelum perubahan, yaitu Rp1 triliun sehingga total belanja keseluruhan pada APBD-P menjadi Rp952 miliar.

”Perubahan belanja tersebut dilakukan dengan menata dan  mengurangi belanja tidak langsung. Jika semula Rp497 miliar menjadi Rp493 miliar,” jelas Umar. 

Untuk belanja langsung juga mengalami perubahan menjadi Rp459 miliar dari sebelumnya Rp576 miliar.

Pada sisi penerimaan pembiayaan terjadi kenaikan Rp16 miliar dari semula Rp105 miliar, menjadi Rp122 miliar. Ini disebabkan sisa lebih perhitungan anggaran tahun anggaran sebelumya (silpa) Rp52 miliar.

Selanjutnya, pada sisi pengeluaran pembiayaan berkurang Rp7 miliar. Jika semula Rp19 miliar, kini Rp12 miliar. Pengeluaran pembiayaan ini untuk pembayaran pokok utang Rp11 miliar.

Umar karenanya menyebut perubahan KUA-PPAS APBD 2020 dilakukan dengan tujuan untuk optimalisasi pelaksanaan program dan kegiatan Tahun Anggaran 2020. (*)

Editor gueade


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID