Eksplorasi Migas, PHE OSES Lakukan Survei Seismik di Perairan Lamtim dan Tuba
lampung@rilis.id
Selasa | 03/11/2020 13.34 WIB
Eksplorasi Migas, PHE OSES Lakukan Survei Seismik di Perairan Lamtim dan Tuba
Sosialisasi KKKS PHE OSES terkait survei seismik 3D di Lampung./FOTO ISTIMEWA

RILIS.ID, BANDARLAMPUNG – Komitmen pengembangan eksplorasi migas melalui pelaksanaan survei seismik 3D terus diwujudkan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatera (PHE OSES).

Sebagai anak usaha Pertamina Hulu Energi yang kini menjadi Sub-holding sektor hulu, PHE OSES kini tengah mengkplorasi daerah prospek hidrokarbon (minyak dan gas bumi) di perairan Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) dan Tulangbawang (Tuba).

Diketahui, survei seismik 3D merupakan upaya pencarian cadangan migas di bawah permukaan bumi menggunakan gelombang seismic.

Survei seismik 3D perairan dua kabupaten di Lampung itu dimulai pada Agustus dengan estimasi penyelesaian selama tiga bulan. Yakni, hingga November 2020.

Sementara, luasan seismik adalah 215 kilometer persegi. Luasan itu melintasi wilayah perairan laut Lamtim dan Tuba.

Sosialisasi terbatas dengan mengikuti protokol Covid-19 telah digelar di Desa Labuhanmaringgai dan Desa Muara Gadingmas, Kecamatan Labuhanmaringgai, Lamtim, pada 28 Juli 2020. Kemudian, dilanjutkan sosialisasi di Kecamatan Denteteladas, Tuba.

Sosialisasi itu merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya yang dilakukan bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Dinas Perikanan Lamtim dan Dinas Perikanan Tuba.

Terpisah, General Manager PHE OSES Alfi Rusin mengatakan, kegiatan persiapan survei seismik telah lama dilakukan.

”Kami telah melakukan pengurusan perizinan dan berkomunikasi secara intensif dengan dinas-dinas terkait, muspida, muspika, dan tentunya para tokoh masyarakat,” ujarnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lampung Febrizal Levi Sukmana merespons positif kegiatan ini. Ia menyatakan mendukung kegiatan survei seismik itu. Bahkan, ia meminta komunikasi terus dijalin selama operasi berlangsung.

Sosialisasi seismik tidak lain untuk memberikan edukasi kepada nelayan yang berada di area lintasan seismik mengenai jarak aman melaut serta memberikan pemahaman bahwa operasi migas termasuk kegiatan seismik dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja.

Kondisi rendahnya harga minyak saat ini menjadikan PHE OSES selalu melakukan evaluasi secara berkala terhadap program maupun proyek yang berlangsung.

Alfi menegaskan, setiap proyek dilakukan kajian untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan, baik waktu maupun biaya.

Sementara, Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel Adiyanto Agus Handoyo menjelaskan, kegiatan yang dilakukan KKKS PHE OSES ini merupakan bentuk realisasi dalam upaya menjaga ketahanan energi nasional.

”SKK Migas dan KKKS bagaimanapun kondisinya akan selalu mengusahakan agar dapat menjaga ketahanan energi nasional untuk memenuhi kebutuhan migas di Indonesia. Di tengah pandemi seperti saat ini pun kami tetap mengusahakan agar setiap kegiatan tetap dapat dijalankan dengan catatan wajib menaati protokol kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Ia mengharapkan dukungan dari semua pihak agar kegiatan yang dilakukan KKKS PHE OSES dapat berjalan lancar sehingga visi 1 juta BOPD tahun 2030 dapat tercapai.(*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)

 





2019 | WWW.RILIS.ID