HMI Cabang Metro ‘Goyang’ Ketum PB HMI

Kamis | 20/12/2018 20.27 WIB
HMI Cabang Metro ‘Goyang’ Ketum PB HMI
ILUSTRASI: RILISLAMPUNG.ID

RILIS.ID, Bandarlampung – Awan gelap tengah menyelimuti khususnya internal Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dan seluruh kader HMI pada umumnya.

Ketua Umum (Ketum), Respiratori Saddam Al-Jihad, ‘digoyang’ dari jabatannya. Sebabnya, Respiratori dinilai telah menyalahi aturan AD/ART HMI.

Mosi tidak percaya pun mengemuka dari HMI Cabang Metro dan menuntut mundur Respiratori dari jabatan Ketum PB HMI Periode 2018-2019.

Mosi tidak percaya dan desakan mundur itu tertuang dalam surat Nomor: 28/A/Sek/04/1440 ditandatangani Ketua Umum HMI Cabang Metro, Riki Sanjaya Alam.

Surat itu berisikan beberapa poin. Pertama; Terjadinya dugaan tindakan amoral yang dilakukan oleh Ketum PB HMI, Respiratori Saddam Al Jihad dengan beberapa korban, baik dari pihak eksternal maupun internal. Dugaan ini menghancurkan marwah organisasi dan mencoreng nama baik keluarga besar HMI.

Hal itu bertentangan dengan pasal 3, 4, dan 5 AD HMI serta pasal 6 (ayat 1 dan 3), dan pasal 20 (ayat 4) ART HMI. 

Kedua; Terjadinya reshuffle kepengurusan PB HMI, dimana Respiratori Saddam Al Jihad mengangkat unsur pimpinan Sekretaris Jenderal yang sudah masuk dalam kepengurusan MN KAHMI dan Perempuan SOKSI dalam hal ini menjabat sebagai anggota departemen Kajian Amerika dan Eropa. Hal itu bertentangan dengan pasal 4 (ayat 5 dan 6) dan pasal 9 ART HMI.

Ketiha; Dugaan manipulasi hasil kongres HMI XXX di Ambon, yaitu mekanisme pergantian pimpinan Bakorna dengan cara ditunjuk secara langsung tanpa melalui mekanisme Musyawarah Nasional, dimana konsinering kongres Ambon tidak sesuai dan terdapat kejanggalan didalamnya.

Keempat; Jika terbukti maka diminta kepada Respiratori Saddam Al-Jihad untuk segera mundur dari jabatannya sebagai Ketum PB HMI.

Saat dihubungi melalui Via WhatsApp, Ketua Umum HMI Cabang Metro mempertanyakan integritas Ketum PB HMI Respiratori Saddam Al Jihad terkait dugaan kasus amoral.

“Ini jelas mencoreng nama baik himpunan. Terlebih HMI merupakan organisasi yang sangat kental dengan nilai-nilai Islam," tegas dia.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada Respiratori  Saddam Al Jihad tak membuahkan hasil. Pesan SMS ke nomor 08128306xxxx tak dibalas.

Sedangkan saat ditelepon, tersambung ke layanan operator yang menyatakan nomor tersebut sedang tidak dapat menerima panggilan. (*)


Bagaimana reaksi anda tentang artikel ini?
500
komentar (0)




2019 | WWW.RILIS.ID