Akbar Mangkunegara Diduga Nikmati Uang Korupsi Rp2,3 Miliar
Kategori
Rilis Network
Cari Berita

Akbar Mangkunegara Diduga Nikmati Uang Korupsi Rp2,3 Miliar

...
Sulaiman
Bandarlampung
15 Oktober 2021 - 18:25 WIB
Hukum | RILISID
...
Pengumuman tersangka oleh Deputi Penindakan KPK Karyoto melalui Kanal YouTube KPK pada Jumat (15/10/2021). Foto: Tangkapan Layar/Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Akbar Tandaniria Mangkunegara (ATM) tersangka korupsi penerimaan gratifikasi tahun 2015-2019 di Lampura.

Penetapan tersebut disampaikan Deputi Penindakan KPK Karyoto melalui kanal YouTube KPK pada Jumat (15/10/2021).

Karyoto menjelaskan dalam setiap proyek, tersangka dibantu Syahbudin, Taufik Hidayat, Desyadi, dan Gunaido Utama melakukan pungutan fee proyek.

Hal ini atas perintah kakak kandungnya yang juga bupati Lampung Utara saat itu, Agung Ilmu Mangkunegara. 

Fee diterima tersangka melalui perantara Syahbudin, Raden Syahril, Taufik Hidayat, dan pihak terkait untuk diteruskan ke Agung. 

Akbar bersama Agung, Raden Syahril, Syahbudin, dan Taufik Hidayat diduga menerima Rp102 miliar dari beberapa rekanan di Dinas PUPR Lampura. 

"Selain mengelola, mengatur, dan menyetor uang tersebut untuk kepentingan bupati (Agung Ilmu Mangkunegara), ATM juga diduga ikut menikmati Rp2,3 miliar untuk kepentingan pribadinya," ujarnya.

Selain itu, Karyoto juga mengatakan penyidik melakukan upaya paksa penahanan selama 20 hari terhitung 15 Oktober 2021 hingga 3 November 2021 di Rutan KPK Kavling C1. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya

Akbar Mangkunegara Diduga Nikmati Uang Korupsi Rp2,3 Miliar

...
Sulaiman
Bandarlampung
15 Oktober 2021 - 18:25 WIB
Hukum | RILISID
...
Pengumuman tersangka oleh Deputi Penindakan KPK Karyoto melalui Kanal YouTube KPK pada Jumat (15/10/2021). Foto: Tangkapan Layar/Sulaiman

RILISID, Bandarlampung — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Akbar Tandaniria Mangkunegara (ATM) tersangka korupsi penerimaan gratifikasi tahun 2015-2019 di Lampura.

Penetapan tersebut disampaikan Deputi Penindakan KPK Karyoto melalui kanal YouTube KPK pada Jumat (15/10/2021).

Karyoto menjelaskan dalam setiap proyek, tersangka dibantu Syahbudin, Taufik Hidayat, Desyadi, dan Gunaido Utama melakukan pungutan fee proyek.

Hal ini atas perintah kakak kandungnya yang juga bupati Lampung Utara saat itu, Agung Ilmu Mangkunegara. 

Fee diterima tersangka melalui perantara Syahbudin, Raden Syahril, Taufik Hidayat, dan pihak terkait untuk diteruskan ke Agung. 

Akbar bersama Agung, Raden Syahril, Syahbudin, dan Taufik Hidayat diduga menerima Rp102 miliar dari beberapa rekanan di Dinas PUPR Lampura. 

"Selain mengelola, mengatur, dan menyetor uang tersebut untuk kepentingan bupati (Agung Ilmu Mangkunegara), ATM juga diduga ikut menikmati Rp2,3 miliar untuk kepentingan pribadinya," ujarnya.

Selain itu, Karyoto juga mengatakan penyidik melakukan upaya paksa penahanan selama 20 hari terhitung 15 Oktober 2021 hingga 3 November 2021 di Rutan KPK Kavling C1. (*)

Editor : gueade

TAG:

Berita Lainnya